Kisah Sedih Kaavan, Gajah Paling Kesepian di Dunia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 08 September 2020 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 612 2274402 kisah-sedih-kaavan-gajah-paling-kesepian-di-dunia-1yDNlB30Ez.jpg Kaavan yang kesepian (Foto: VT)

Seekor gajah di Kebun Binatang Islamabad, Pakistan dijuluki sebagai gajah paling kesepian di dunia. Gajah tersebut bernama Kaavan dan telah berada di dalam kandang kecil selama 33 tahun. Sungguh menyedihkan dan kesepian.

Belum lama ini Kaavan mendapat izin dari para profesional medis untuk meninggalkan kandang tersebut. Ia pun akhirnya melakukan perjalanan ke tempat perlindungan baru di Kamboja.

Kaavan

Julukan Kaavan sebagai gajah paling kesepian di dunia disandangnya setelah ia kehilangan pasangannya pada 2012. Selain itu Kaavan juga menjadi gajah Asia terakhir.

Kaavan dijuluki sebagai gajah paling kesepian di dunia setelah kehilangan pasangannya pada tahun 2012. Ia juga merupakan gajah Asia terakhir di Pakistan dan telah menjadi sorotan media setelah selebriti dan aktivis di seluruh dunia memperhatikan penderitaannya.

Menurut mereka yang melakukan kampanye untuk pembebasan Kaavan, hewan tersebut telah menghabiskan sebagian besar dari tiga dekade terakhir dengan dibelenggu di penangkaran. Kaavan tinggal di salah satu kandang yang tidak layak untuk dihuni.

Dalam keputusan yang memerintahkan pelepasan dan rehabilitasi gajah pada bulan Mei 2020, Ketua Mahkamah Agung, Athar Minallah pun memberikan komentarnya terhadap fasilitas yang ada di tempat tersebut.

Baca juga: Waspada! "Pesan Menakutkan" Bisa Buat WhatsApp Rusak

"Tidak ada fasilitas atau sumber daya yang memadai untuk menyediakan kondisi kehidupan yang akan memenuhi kebutuhan perilaku, sosial, dan fisiologis hewan,” terang Minallah, melansir dari VT, Selasa (8/9/2020).

Bahkan setelah keputusan pembebasan pada Mei atas kasus Kaavan, gajah tersebut dinilai secara fisik dan medis mampu melakukan perjalanan ke rumah barunya di Asia Tenggara. Menurut Juru Bicara Organisasi Kesejahteraan Hewan Four Paws, Martin Bauer, gajah tersebut mengalami trauma.

Kaavan sangat trauma dengan cobaan beratnya. Ia juga menderita secara psikologis. Ia kehilangan pasangan yang dicintainya.

"Setelah pemeriksaan, yang memastikan bahwa Kaavan cukup kuat, langkah-langkah sekarang akan diambil dalah melakukan relokasi Kaavan ke tempat perlindungan hewan yang lebih baik di Kamboja. Selama ini Kaavan sering menggelengkan kepala selama berjam-jam. Ini menunjukkan bahwa dia merasa bosan,” lanjutnya.

Sekadar informasi, gajah Asia yang ditangkap memiliki harapan hidup sekira 40 tahun yang artinya jauh lebih singkat daripada gajah liar. Banyak pendukung Kaavan di seluruh dunia berharap bahwa langkah ini akan memungkinkan Kaavan menjalani sisa hidupnya dengan damai dan lebih bahagia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini