Ibu Hamil Masih Boleh Konsumsi Kafein, Asal....

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 09 September 2020 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 481 2274781 ibu-hamil-masih-boleh-konsumsi-kafein-asal-c3ZfMtSvkt.jpg Ibu hamil batasi minum kopi (Foto : Asiaone)

National Health Service (NHS) dan banyak organisasi lain menyatakan bahwa mengonsumsi 200mg kafein dalam sehari, tidak menimbulkan risiko keguguran pada pertumbuhan bayi saat berada di dalam rahim.

Komentar para ahli ini muncul setelah makalah penelitian baru yang diterbitkan di BMJ Evidence Based Medicine menunjukkan bahwa tidak ada tingkat konsumsi kafein yang aman bagi ibu hamil. Sebanyak 48 studi tentang topik tersebut, menghubungkan konsumsi kafein dengan bahaya pada kehamilan.

"Konsumsi kafein ibu berhubungan terkait dengan keguguran, lahir mati, berat lahir rendah dan atau kecil untuk usia kehamilan, leukemia akut masa kanak-kanak dan masa kanak-kanak kelebihan berat badan dan obesitas,” tulis penyataan tersebut, melansir dari Asia One, Rabu (9/9/2020).

Minum Kopi

Meski demikian, tidak ada hubungan kafein dengan kelahiran prematur. Hal ini menyebabkan Psikolog di Universitas Reykjavik, Prof Jack James, menyarankan calon ibu dan wanita harus menghindari minuman seperti teh dan kopi sepenuhnya.

Sementara itu para ahli biasanya merekomendasikan calon ibu dan wanita yang mencoba hamil untuk membatasi asupan kafein mereka. Hingga saat ini belum ada penyebutan untuk menghilangkan konsumsi kafein.

Baca Juga : Cinta Laura Bergaya ala Boneka Timur Tengah, Tatapan Matanya Menusuk Kalbu!

Para ahli menyebut bahwa makalah itu terlalu waspada karena bertentangan dengan pedoman yang ada saat ini. Konsumsi kafein dengan porsi sedang yakni kurang dari 200mg, atau setara dengan dua cangkir kopi instan selama kehamilan dinyatakan aman

James mengakui bahwa penelitian ini hanya bersifat observasi. Maka dari itu ia tidak dapat menentukan sebab dan akibat yang membahayakan kafein dalam kehamilan.

“Ada begitu banyak hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan terkait dengan kehamilan dan hal terakhir yang kita butuhkan adalah menimbulkan kecemasan yang tidak perlu. Pada akhirnya, wanita harus diyakinkan bahwa kafein dapat dikonsumsi dalam jumlah sedang selama kehamilan,” kata Apoteker di Universitas Adelaide, Australia, dr. Luke Grzeskowiak.

Selain asupan kafein, para ahli juga menyoroti bahwa ada faktor risiko lain seperti merokok, yang dapat berkontribusi pada implikasi negatif selama kehamilan. Banyaknya zat yang ditemukan dalam makanan normal, bahaya dalam kehamilan dapat ditemukan dengan dosis tinggi.

Minum Kopi

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tubuh menghilangkan kafein jauh lebih lambat dari darah ibu selama kehamilan. Berdasarkan studi observasi, asupan kafein yang berlebihan pada ibu hamil dikaitkan dengan hambatan pertumbuhan, penurunan berat badan lahir, kelahiran prematur atau lahir mati.

Tapi pedoman NHS saat ini merekomendasikan ibu hamil untuk membatasi konsumsi kafein hingga 200mg kafein atau kurang dalam sehari. Lebih dari sekedar kopi dan teh, kafein juga bisa ada dalam berbagai makanan. Di antaranya adalah coklat, minuman berenergi, obat flu dan flu, serta minuman ringan tertentu seperti cola.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini