Dokter Minta Skrining Covid-19 Tak Andalkan Rapid Test

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 09 September 2020 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 481 2274873 dokter-minta-skrining-covid-19-tak-andalkan-rapid-test-vxOtMF2px3.jpg Pandemi virus corona (Foto: Doctissimo)

Pandemi Covid-19 masih terus memakan korban jiwa. Di Indonesia, sudah ada 8.230 kasus meninggal dunia per 8 September 2020.

Upaya yang lebih masih mesti dilakukan pemerintah dan semua masyarakat, khususnya dalam hal pencegahan. Selain itu, soal testing pun diharapkan pemerintah bisa lebih masif melakukannya.

 rapid test

Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Karawang dr Nurhayati, SpP menjelaskan, upaya yang seharusnya dilakukan pemerintah dalam menyelesaikan pandemi ini adalah lebih memperbanyak lagi skrining Covid-19 di masyarakat. Skrining masih akan memudahkan pelacakan kasus.

Di sisi lain, dr Nurhayati mengimbau agar pemerintah melakukan skrining Covid-19 tidak hanya dengan rapid test, melainkan tes PCR. Hal ini mesti dilakukan agar pemeriksaan lebih efektif.

"Skrining Covid-19 itu dengan swab atau tes PCR. Karena itu, saya mengimbau agar pemerintah memperbanyak PCR tes di masyarakat," sarannya melalui pesan singkat, Rabu (9/9/2020).

Dokter Nurhayati menyatakan, dirinya memilih perbanyak tes PCR karena dia kurang percaya dengan hasil yang ditunjukkan rapid test. "Swab yang mesti diperbanyak. Saya kurang percaya dengan hasil rapid test tanpa ditunjang pemeriksaan lain," tegasnya.

 Baca juga: Bandara Mulai Gunakan Anjing Pendeteksi Covid-19, Tingkat Akurasinya 92%

Dia melanjutkan, sangat sulit mendeteksi pasien terinfeksi Covid-19 dalam kondisi tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG). Semua hasil pemeriksaan yang dijalani OTG menunjukkan hasil normal.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini