Cuci Tangan Sambil Nyanyi 'Happy Birthday' Bisa Terinfeksi Covid-19?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 10 September 2020 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 481 2275705 cuci-tangan-sambil-nyanyi-happy-birthday-bisa-terinfeksi-covid-19-R91zEC61rm.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Apakah Anda masih ingat saran cuci tangan sambil menyanyikan lagu 'Hapy Birthday'? Cara ini dianggap tepat untuk menentukan durasi ideal cuci tangan yaitu sekitar 20 detik.

Tapi, baru-baru ini studi mengatakan bahwa cuci tangan dengan metode bernyanyi 'Happy Birthday' dinilai sebagai celah untuk menyebarkan virus corona di masyarakat. Kenapa bisa begitu?

Menurut laporan New York Post, para peneliti di Lund University Swedia mengamati lintasan aerosol yang dipancarkan 12 subjek studi yang menyanyikan lagu berbeda dan menemukan bahwa lirik yang banyak mengandung kata konsonan seperti huruf P dan B lebih banyak mengeluarkan droplets di udara.

Cuci Tangan

Baca Juga : Terungkap! Raisa Pakai Perhiasan Rp1,2 Miliar di Video Klip Bahasa Kalbu

Meski begitu, belum ada penyelidikan ilmiah lebih lanjut tentang berapa jumlah aerosol dan droplets yang keluar saat Happy Birthday dinyanyikan. Perlu Anda ketahui, droplets yang berubah menjadi aerosol itu berukuran sangat kecil. Itu bisa muncul saat Anda berbicara, tertawa, berteriak, atau bernyanyi.

"Droplet yang besar akan jatuh ke permukaan tepat di depan Anda. Sedangkan, droplet yang berukuran kecil akan melayang di udara menjadi aerosol beberapa menit," kata rekan penulis dan mahasiswa doktoral Malin Alsved.

Nah, pelafalan huruf konsonan seperti B dan P memungkinkan seseorang menyebarkan aerosol. Hal ini juga terbukti pada penelitian yang menggunakan lagu anak-anak asa; Swedia, 'Bibbis pippi Petter'.

Jadi, lagu tersebut memiliki kesamaan dengan 'Happy Birthday', yaitu memiliki konsonan seperti T, K, P, D, G, dan B, yang memungkinan tersebarnya aerosol saat menyanyikan lagi tersebut. Menjadi perhatian semuanya, studi ini pun termaduk data dari dua penyanyi yang terbukti positif Covid-19.

"Sampel udara mereka tidak mengandung jumlah virus yang terdeteksi, tetapi viral load dpat bervariasi di berbagai bagian saluran udara dan di antara orang yang berbeda," kata Alsved. Karenanya, aerosol dari pasien Covid-19 mungkin masih menyebar saat dia bernyanyi.

Cuci Tangan

Meski begitu, menjalankan protokol kesehatan masih terbukti mencegah penyebaran virus corona maupun seseorang terinfeksi corona. Ya, protokol kesehatan itu meliputi menggunakan masker, menjaga jarak, dan memastikan ventilasi udara baik, terbukti bisa mencegah seseorang terpapar aerosol pasien Covid-19.

"Saat penyanyi mengenakan masker, alat kesehatan tersebut berhasil menangkap droplet dan aerosol," kata Jakob Löndahl, ahli aerosol. "Jadi, bisa dibilang tidak ada larangan untuk bernyanyi, tapi bernyanyilah dengan aman supaya tidak menyebabkan masalah untuk orang di sekitar Anda," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini