Begini Prosedur Transplantasi Ginjal Selama Pandemi Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 11 September 2020 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 481 2276208 begini-prosedur-transplantasi-ginjal-selama-pandemi-covid-19-tA9QB1soZL.jpg Pandemi Covid-19 (Le Devoir)

Pandemi Covid-19 yang menyerang dunia, membuat para tim medis harus memutar otak dalam upaya mengatasi para pasien dengan riwayat penyakit tidak menular. Salah satu penyakit tidak menular yang mendapatkan perhatian khusus selama pandemi Covid-19 adalah ginjal.

Sekadar informasi, penyembuhan pasien gagal ginjal bisa dilakukan dengan dua cara, salah satunya dengan hemodialisa (cuci darah) dan transplantasi ginjal. Selama pandemi Covid-19, prosedur yang dilakukan dalam menangani pasien pun menjadi berubah.

 sakit ginjal

Kepala Departemen Urologi FKUI-RSCM, Dr. dr. Irfan Wahyudi, SpU(K) mengatakan, prosedur yang dilakukan di era pandemi Covid-19 memiliki sedikit perbedaan karena menerapkan protokol kesehatan baru yang ketat, baik dari sebelum operasi, selama operasi, maupun sesudah operasi.

“Untuk tenaga kesehatan yang terlibat, RSCM mewajibkan untuk pemeriksaan swab real time (RT) PCR SARS-CoV-2 tiap 2 minggu,” dr.Irfan, re-launching ‘Unit Layanan Transplantasi Ginjal RSUPN Cipto Mangunkusumo', Jumat, (11/9/2020).

Lebih lanjut, jika ada anggota tim transplantasi yang terpapar kasus probable atau confirmed Covid-19, anggota tim tersebut tidak diperbolehkan untuk ikut berpartisipasi. Mereka tidak boleh ikut serta untuk sementara waktu hingga hasil swab terbukti negatif.

Departemen Urologi FKUI-RSCM melakukan beberapa penelitian sebagai upaya mengetahui dampak pandemi terhadap kegiatan pelayanan dan pendidikan. Hasil penelitian tersebut menjadi dasar kebijakan program kerja Departemen Urologi.

 Baca juga: Cegah Covid-19, Dokter Sarankan Pakai Masker saat Berhubungan Suami-Istri

“Diharapkan, di era pandemi Covid-19. Departemen Urologi FKUI-RSCM mampu terus berkontribusi dalam menciptakan penelitian kedokteran yang aplikatif dan inovatif, terutama perihal dampak Covid-19 terhadap sistem urogenital,” jelasnya

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini