Pahami Prosedur Wajib Usai Lakukan Transplantasi Ginjal

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 12 September 2020 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 481 2276499 pahami-prosedur-wajib-usai-lakukan-transplantasi-ginjal-J0QGUt6YvA.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Transplantasi ginjal adalah salah satu cara untuk menyembuhkan seorang pasien gagal ginjal. Cara ini dinilai lebih efektif ketimbang harus melakukan perawatan hemodialisa atau biasa disebut dengan cuci darah.

Meski demikian, prosedur transplantasi ginjal tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Bahkan pasien yang sukses melakukan transplantasi ginjal juga harus mengikuti prosedur perawatan untuk menghindari hal negatif yang akan terjadi.

Ginjal

Pokja Transplantasi Ginjal RSCM, Departemen Intensive Care FKUI-RSCM, Dr. dr. Dita Aditianingsih, Sp.An-KIC, mengatakan perawatan pasca prosedur transplantasi ginjal memegang peranan penting. dalam menjamin keberhasilan tindakan dan mengurangi risiko komplikasi.

Baca Juga : Intip Anya Geraldine Mandi Kembang Sambil Minum Anggur

Salah satu rumah sakit yang memiliki fasilitas dalam pelayanan transplantasi ginjal adalah RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM). RSCM memiliki ICU dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk pemantauan pasien, serta tindakan emergensi bila diperlukan.

“Salah satunya adalah mesin pengganti ginjal berkelanjutan/continuous renal replacement therapy (CRRT) yang berperan menggantikan fungsi ginjal bila ginjal baru tidak bekerja sesuai harapan,” ujar dr. Dita, Dalam acara re-launching ‘Unit Layanan Transplantasi Ginjal RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jumat 11 September 2020.

ICU RSCM juga memiliki alat untuk memberikan obat nyeri secara kontinyu. Obat ini diberikan bagi pasien yang memiliki keluhan nyeri hebat di area operasi. Selain itu terdapat pula dokter dan perawat yang kompeten dan terlatih di bidang transplantasi ginjal.

Ginjal

“Dalam menjalankan perawatan pasca prosedur untuk individu penerima (resipien), terdapat 3 aspek yang krusial untuk dipantau, yaitu keluhan pasien, volume cairan yang keluar dan masuk tubuh pasien serta fungsi jantung dan pembuluh darah, dan tanda-tanda penolakan akut,” lanjutnya.

Pemantauan lanjutan dapat dilakukan melalui pemeriksaan penunjang, seperti radiologi dan lab. Serangkaian prosedur di bidang anestesiologi,mulai dari proses sebelum operasi,saat operasi,maupun sesudah operasi dapat menjamin kesintasan organ donor dan pasien dalam jangka panjang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini