Hilangkan Penat saat Pandemi, Santapan Kuliner di Alam Terbuka Bisa Anda Coba

Hambali, Jurnalis · Minggu 13 September 2020 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 13 298 2276968 hilangkan-penat-saat-pandemi-santapan-kuliner-di-alam-terbuka-bisa-anda-coba-SCrnRDbRM1.jpg Ilustrasi (Foto: Markus Spiske/Unsplash)

TANGERANG SELATAN - Menikmati masakan di tengah rerimbunan alam yang asri mungkin sudah sangat sulit dicari saat ini. Pesatnya pembangunan gedung-gedung tinggi, menyebabkan lahan hijau mulai terkikis.

Tentu kerinduan pecinta kuliner yang ingin bernostalgia dengan suasana alam liar bisa terpecahkan di rumah makan Bale yang terletak di Jalan Keluarga Nipan Muja, Parigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).

Lokasinya berada di antara Mapolsek Pondok Aren dan Masjid Bani Umar. Rumah makan ini tak terlalu mencolok jika dilihat dari sisi jalan raya, karena menuju ke sana harus masuk sekira 20 meter mengikuti jalan kecil dengan lebar seukuran 1 mobil.

Rumah makan Bale mengadopsi konsep makan dan minum di kebun. Terdapat sejumlah bale yang memang sengaja disebar di area itu untuk pengunjung. Sedang di bagian sisi kanan-kirinya terdapat rerimbunan pohon, salah satunya pohon bambu dengan batang-batang kecil.

Okezone berkesempatan mendatangi rumah makan Bale. Terlihat pemiliknya yang sering disapa Bunda Wulan, dibantu beberapa juru masak tengah sibuk menyiapkan masakan khas seperti pindang bandeng, ikan pecak, sop iga, sayur asem, ayam kampung goreng, dan menu favorit lainnya.

"Kenapa dinamakan Bale? karena filosofinya kita senang dengan bambu-bambu, jadi tempatnya memang kita sediakan bale-bale di sini. Temanya makan-minum di kebun, kita ingin mengajak pengunjung bernostalgia menikmati kuliner dengan suasana alam asri seperti zaman dulu," terang Wulan di lokasi, Minggu (13/9/2020).

Menurut Bunda Wulan, "Bale" sangat cocok menjadi wadah berkumpul kalangan dari berbagai usia, termasuk kawula muda atau milenial yang ingin mencari menu santapan khas sekaligus menikmati suasana alam terbuka. Apalagi saat ini kepenatan imbas pandemi kian memuncak lantaran masih ditutupnya sarana rekreasi.

"Kan kalau sekarang orang kebanyakan sudah merasa penat makan di tempat-tempat gedung yang kiri-kanannya cuma tembok, terus tempat wisata juga belum dibuka, keramaian di perkotaan dibatasi karena pandemi. Mereka bosan dengan keterbatasan itu. Sehingga sekarang mereka lebih mencari area alam terbuka, asri dan nyaman sambil menikmati kuliner, tapi tentu tetap menerapkan protokol Covid. Kalau di sini kita selaraskan untuk anak-anak muda, ibu-ibu pengajian, komunitas dan berbagai kalangan," ucapnya.

 Menikmati masakan di tengah rerimbunan alam yang asri mungkin sudah sangat sulit dicari saat ini.

Baca juga: Deretan Obat Streoid yang Mampu Turunkan Risiko Kematian karena Covid-19

Dari segi harga, menu yang ada memang dipatok standar setara dengan harga-harga di luaran yang kisarannya antara Rp25 ribu-Rp30 ribu tiap porsinya. Bagian dapurnya pun terlihat sederhana namun tetap menjaga konsep alamnya, di mana dinding bangunan terbuat dari kayu dan pelepah bambu.

Bunda Wulan pun bercerita mengapa memulai pengembangan bisnis kuliner di tengah situasi pandemi yang belum reda. Menurut dia, peluang bisnis yang memadukan antara usaha kuliner dengan nuansa alam terbuka bisa menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat saat ini.

"Pandemi ini Insya Allah kita semua berharap segera berakhir. Sebenarnya saya sudah lama buka kantin dan macam-macam, tapi karena sekarang saya lihat peluang ada di kuliner semacam ini ya saya kembangkan. Apalagi musim pandemi ini kan masyarakat juga bosan di rumah terus. Nah di sini pelanggan bisa menikmati kuliner sekaligus juga refreshing dengan suasana alamnya," tandasnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini