Jangan Panik, Ini yang Perlu Anda Lakukan Bila Rapid Test Reaktif

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 13 September 2020 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 13 481 2276958 jangan-panik-ini-yang-perlu-anda-lakukan-bila-rapid-test-reaktif-6yzS3xzEQ9.jpg (Foto: Okezone.com)

Rapid Test merupakan salah satu tindakan skrining, mendeteksi antibodi apakah yang bersangkutan reaktif atau nonreaktif. Di beberapa tempat, rapid test tampaknya gencar dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19.

Dalam laman Instagram @kemenkes_ri, pemerintah telah melakukan tes massal sebagai skrining awal bagi kelompok berisiko. Rapid test dilakukan secara masif di beberapa wilayah Indonesia untuk mengetahui potensi penyebaran virus, untuk segera dilakukan tindakan penanganan.

Apa yang harus Anda lakukan apabila menemukan hasil rapid test yang reaktif? Anda jangan panik terlebih dulu ya, jika ditemukan kasus reaktif, maka Anda bisa melakukan test PCR/swab.

 Rapid Test merupakan salah satu tindakan skrining, mendeteksi antibodi apakah yang bersangkutan reaktif atau nonreaktif.

Baca juga: Deretan Obat Streoid yang Mampu Turunkan Risiko Kematian karena Covid-19

Dilanjutkan dengan contact tracing, baik di rumah atau tempat kerja. Gunanya untuk menemukan kasus positif lainnya.

Sementara itu, bila ditemukan kasus nonreaktif, test akan diulang 7-10 hari yang akan datang. Di momen ini, protokol kesehatan harus tetap diterapkan secara ketat.

Saat mengikuti rapid test massal ada yang harus diingat. Karena banyaknya orang yang datang punya tujuan sama, yakni rapid test, maka Anda harus jaga jarak, pakai masker, hingga rajin cuci tangan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini