Kenali 8 Faktor Risiko Alzheimer, Penyakit yang Merusak Otak

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 14 September 2020 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 481 2277707 kenali-8-faktor-risiko-alzheimer-penyakit-yang-merusak-otak-isf9NHxxdl.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Demensia atau lebih dikenal sebagai Alzheimer penyakit degeneratif yang menyerang kemampuan otak. Penyakit ini paling sering menyerang penduduk negara berkembang. Saat ini diprediksi 62 persen penduduk negara berkembang yang mengalami Alzheimer dan diprediksi meningkat menjadi 75 persen pada 2050.

Lebih mengerikannya lagi, demensia atau lebih dikenal dengan kepikunan merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Penyakit malah bisa semakin bertambah parah jika seseorang tidak bisa mengontrolnya dengan baik.

Baca Juga : Gaun Pernikahan Chef Marinka Berpotongan Dada Rendah, Serasa Peri Hutan!

Meski demikian seseorang bisa mengantisipasi terjadinya demensia dengan mengetahui terlebih dahulu faktor risiko dari penyakit ini. Dalam Digital Media Briefing ‘Pikun Bukan Hal Normal, Kenali Gejala dan Segera Obati’, Senin (14/9/2020), berikut delapan faktor risiko Alzheimer, yuk disimak.

Alzheimer

1. Pada umumnya Alzheimer atau demensia dialami oleh golongan tua atau usia di atas 65 tahun

2. Alzheimer atau demensia pada umumnya merupakan penyakit turunan. Jadi periksalah riwayat keluarga yang memiliki penyakit ini.

3. Dapat diwarisi oleh orangtua. Selain keluarga faktor risiko Alzheimer atau demensia juga diwarisi dari faktor turunan secara langsung yakni orangtua.

4. Gangguan kognitif ringan seringkali memicu terjadinya Alzheimer atau demensia pada seseorang.

5. Down sindrom yang merupakan penyakit bawaan sejak lahir juga bisa memicu seseorang mengalami demensia atau Alzheimer di kemudian hari.

6. Gaya hidup yang tidak sehat juga memicu terjadinya Alzheimer dan demensia. Beberapa penyakit seperti diabetes, hipertensi dan jantung berpotensi menimbulkan penyakit ini.

7. Mengalami trauma kepala, seperti benturan, atau cedera otak dapat membuat potensi terkena Alzheimer dan demensia semakin besar.

8. Kurangnya pergaqulan dan terlalu menutup diri terhadap orang lain bisa memperburuk risiko demensia atau Alzheimer.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini