Terapi Dini Demensia Alzheimer, Bisa Hindari Kerusakan Otak

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 14 September 2020 21:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 481 2277718 terapi-dini-demensia-alzheimer-bisa-hindari-kerusakan-otak-xkpqnQcxgy.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Demensia atau lebih dikenal dengan kepikunan merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Penyakit malah bisa semakin bertambah parah jika seseorang tidak bisa mengontrolnya dengan baik.

Penyakit ini paling sering menyerang penduduk negara berkembang. Saat ini diprediksi 62 persen penduduk negara berkembang yang mengalami alzheimer dan diprediksi meningkat menjadi 75 persen pada 2050.

Meski tidak bisa disembuhkan, namun penderita demensia atau kepikunan bisa diterapi. Ketua Studi Neurobehavior PERDOSSI, dr. Astuti, Sp.S(K), mengatakan terapi bagi para penderita demensia dapat mengurangi tingkat keparahan pada pasien.

Demensia

“Penundaan dalam mendiagnosa penyakit alzheimer atau demensia atau menunda pengobatan akan memberikan efek merugikan jangka panjang bagi pasien. Terapi sedini mungkin dapat memberikan manfaat yang lebih besar,” terang dr. Astuti, dalam Digital Media Briefing ‘Pikun Bukan Hal Normal, Kenali Gejala dan Segera Obati’, Senin (14/9/2020).

Baca Juga : Kenali 8 Faktor Risiko Alzheimer, Penyakit yang Merusak Otak

Dokter Astuti mengatakan trerdapat dua macam terapi yang bisa digunakan untuk mengatasi tingkat keparahan pasien demensia atau alzheimer. Cara tersebut adalah dengan terapi farmakologis dan non farmakologis. Terapi farmakologis biasanya menggunakan obat-obatan yang sudah dianjurkan oleh Food and Drug Association (FDA).

“Beberapa obat-obatan tersebut seperti donepezil, galantamine, rivastigmine, tacrine dan memantine,” lanjutnya.

Sementara terapi non farmakologis memiliki beberapa fungsi seperti:

1.  Menjaga kemandirian ,rawat diri dan keamanan

Maksimalkan kehidupan mandiri dengan modifikasi tingkah laku dan Latihan olahraga

2. Terapi musik terbukti sukses dengan fokus pada aspek tingkah laku

Memanfaatkan layanan untuk meningkatkan keamanan dan menurunkan risiko jatuh

3. Manajemen masalah tingkah laku

Menggunakan teknik modifikasi, rutinitas dan pengobatan jika dibutuhkan

Mencari pencetus eksaserbasi perilaku negatif

4. Analisis tujuan berjangka

5. Analisis masa depan secara dini

6. Koordinasi perawatan dan penyedia layanan

7. Mendukung dan mendidik perawat

8. Memfasilitasi jadwal istirahat perawat sesuai kebutuhan

9. Diskusikan arahan perawatan lanjutan, kontrol keuangan dan perwalian

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini