Pasien Sembuh dari Covid-19 Kerap Alami Nyeri Rahang, Kok Bisa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 481 2278530 pasien-sembuh-dari-covid-19-kerap-alami-nyeri-rahang-kok-bisa-Tr1PAxnnvy.jpg Pandemi Covid-19 (Foto: Pixabay)

Informasi mengenai Covid-19 tidak hanya soal pencegahan dan pengobatan, tetapi yang tidak kalah penting juga adalah kondisi usai dinyatakan sembuh. Pada beberapa kasus, pasien sembuh masih merasakan dampak dari infeksi mematikan tersebut.

Misalnya saja kekhawatiran terinfeksi kembali atau yang baru-baru ini ditemukan adalah kondisi nyeri rahang bagi pasien Covid-19 yang sebelumnya mengalami sesak napas. Ya, jadi pasien Covid-19 dengan gejala sesak napas dikatakan setelah sembuh akan mengalami nyeri rahang.

 Pasien Covid-19

Lantas, bagaimana kondisi nyeri rahang itu bisa muncul dan apakah semua pasien Covid-19 sembuh akan mengalami kondisi tersebut?

Dilansir dari Fox News, seorang ahli hepatologi di Mount Sinai Hopsital, New York, dr Douglas Dieterich, bercerita soal kondisinya usai sembuh dari Covid-19. Sebelumnya, ia dirawat di ICU sejak Maret karena terpapar corona dari pasiennya sendiri.

"Virus ini merusak tubuh saya, paru-paru, jantung, kaki, hingga hidung yang semuanya perlahan pulih," katanya.

Nah, usai dinyatakan sembuh dari Covid-19, gejala kesehatan ternyata dia alami yaitu nyeri rahang atau dalam dunia medis dikenal dengan istilah TMJ. Kondisi ini muncul dikarenakan situasi sesak napas saat dirinya melawan Covid-19 di rumah sakit.

"Saya diberitahu bahwa kemungkinan munculnya TMJ ini efek dari mulut saya yang sering terbuka karena sesak napas. Di momen itu, saya berjuang menghirup udara selama berbulan-bulan di awal perawatan," cerita dia.

Karena gejala nyeri rahang ini cukup menggangu aktivitasnya, dr Dieterich memutuskan untuk memakai pelindung mulut untuk mengurangi 'ketegangan' di area rahangnya yang nyeri. Tidak hanya itu, dia pun mulai menjalani terapi fisik untuk memaksimalkan penyembuhan.

Gejala nyeri rahang ini mungkin tidak terlalu berbahaya seperti gejala Covid-19 sebelum pasien dinyatakan sembuh. Tapi, beberapa pasien sembuh mengeluhkan aktivitas mereka jadi terganggu dengan adanya nyeri rahang tersebut.

"Sendi temporomandibular adalah sendi tempat rahang dan telinga bertemu dan sering kali menjadi tempat rasa sakit dan ketidaknyamanan," ungkap terapis fisik (PT) di Thrive Integrated Physical Therapy di New York, Tamar Amitary.

Saat pasien terinfeksi Covid-19, banyak dari mereka tidak dapat bernapas secara efisien dan kemudian diberikan kompensasi menggunakan otot aksesori di leher untuk membantu mereka bernapas.

 Baca juga: Gaya Marion Jola Pakai Baju 'Anak TK', Netizen Gusar!

Nah, tindakan tersebut kerap mengakibatkan otot leher yang menarik leher menjadi terlalu banyak bekerja dan tegang. "Ini yang kemudian bikin nyeri rahang pasien," tambah Amitary.

Lebih parahnya lagi, pada pasien Covid-19 yang mulutnya terus terbuka karena sulit bernapas, situasi tersebut yang kemudian memperparah nyeri rahang yang dia alami. "Kondisi mulut selalu terbuka itu yang membebani sendi dan bikin area di sekitar rahang menjadi tegang," terang dia.

Lebih lanjut, dikatakan Herri Glasser, Direktur Metro Physical and Aquatic Therapy di New York dan Florida, pernapasan dada bagian atas sangat umum dialami pasien Covid-19. Situasi tersebut pun bisa membuat nyeri rahang yang tidak nyaman.

"Selain itu, pasien Covid-19 pun banyak yang mengalami stres dan secara tidak sadar mereka mengadukan gigi mereka di malam hari dan ini yang memicu kondisi nyeri rahang mereka," ucap dia.

Untuk pemulihan total, pasien sembuh yang mengalami nyeri rahang bisa melakukan terapi fisik dengan dengan menormalkan postur tubuh dan mengatur pola pernapasan untuk mengurangi bahkan menghilangkan gejala TMJ yang menyebabkan nyeri di wajah dan leher, telinga berdenging, pusing, kelelahan, kehilangan keseimbangan, dan sakit kepala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini