Jangan Remehkan Diare pada Anak, Bisa Jadi Terinfeksi Rotavirus

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 481 2278939 jangan-remehkan-diare-pada-anak-bisa-jadi-terinfeksi-rotavirus-0ZoeOArKK4.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Anak-anak merupakan golongan yang paling rentan terhadap paparan kuman dan penyakit. Salah satu penyakit yang sering menyerang berkaitan dengan kesehatan saluran cerna yakni diare.

Meski terlihat biasa, tapi diare merupakan gejala yang paling umum dialami si kecil saat terinfeksi Rotavirus. Namun, implikasi infeksi Rotavirus tidak hanya sekadar diare saja.

Vaccine Medical Director GlaxoSmithKline Indonesia, dr. Deliana Permatasari, menjelaskan bahwa rotavirus adalah virus yang sangat menular yang menyebabkan diare. Rotavirus adalah penyebab paling umum diare pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia, yang mengakibatkan lebih dari 215.000 kematian setiap tahunnya.

Anak Diare

“Penjelasan sederhananya rotavirus adalah virusnya, sedangkan diare adalah gejala yang disebabkan oleh virus ini,” ucap dr. Deliana berdasarkan siaran pers GlaxoSmithKline, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga : Gaya Marion Jola Pakai Baju 'Anak TK', Netizen Gusar!

Lebih lanjut dr. Deliana mengatakan penularan rotavirus melalui jalur fecal-oral, atau dari feses penderita yang tidak sengaja masuk ke mulut orang yang sehat. Penularan Rotavirus sangat mudah dan seringnya terjadi tanpa disadari orangtua. Beberapa caranya seperti melalui kontaminasi air, makanan, minuman, dan benda-benda yang terkontaminasi di sekitar orangtua dan si kecil.

“Sebanyak 95% anak di seluruh dunia biasanya telah terinfeksi rotavirus ketika mereka mencapai usia lima tahun, dan sebagian besar infeksi pertama terjadi sebelum si kecil berusia satu tahun,” lanjutnya.

Infeksi rotavirus biasanya dimulai dalam dua hari setelah terpapar virus. Gejala awal dari infeksi rotavirus adalah demam (40⁰C atau lebih tinggi) dan muntah, diikuti oleh diare cair selama tiga hingga delapan hari.

Anak Nangis

“Selain demam, diare cair dan muntah, gejala-gejala infeksi rotavirus lainnya dapat berupa lesu, rewel, badannya terasa nyeri serta tanda-tanda dehidrasi (mulut kering, frekuensi buang air kecilnya sedikit atau tidak ada sama sekali, menangis tanpa air mata),” sambungnya.

Lebih lanjut, anak yang terinfeksi rotavirus berat dapat mengalami muntah dan mengalami diare hingga 20 kali sehari, sehingga berpotensi menyebabkan dehidrasi berat. Untuk beberapa bayi, gejalanya sangat berat sehingga mereka harus dirawat di rumah sakit. Dehidrasi menyebabkan lebih dari 90% kematian akibat diare yang infeksius.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini