Waspada Masker Scuba dan Buff Terlalu Tipis, Virus Masih Bisa Tembus!

Santi Siera, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 481 2279408 waspada-masker-scuba-dan-buff-terlalu-tipis-virus-masih-bisa-tembus-sUGXHAuCUD.jpg Virus corona bertebaran (Foto: Le Devoir)

Di masa pandemi Covid-19 ini, masker jadi salah satu kebutuhan penting tiap hari. Pakar kesehatan dan pemerintah selalu mengingatkan masyarakat wajib pakai masker setiap kali beraktivitas di luar ruangan.

Maka, setiap hari kita selalu melihat semua orang memakai masker di jalan, pasar, mal, kantor, hingga di dalam transportasi umum mulai dari Transjakarta, MRT hingga komuter.

Beberapa hari lalu, PT KCI (Kereta Commuter Indonesia) mengeluarkan peraturan agar penumpang tidak memakai masker scuba dan buff saat berada di dalam KRL (Kereta Rel Listrik) atau Komuter. Hal ini ditulis dalam unggahan PT KCI di akun Instagram resminya.

  harus pakai masker yang tebal

"Hindari pemakaian masker scuba atau buff yang hanya 5% efektif dalam mencegah risiko terpaparnya akan debu, virus, dan bakteri," tulis PT KCI dalam akun Instagram @commuterline yang dikutip Okezone pada Kamis (17/9/2020).

Dijelaskan pula, masker dengan bahan scuba (bahannya elastis) tidak cukup efektif menghalau virus saat digunakan. Selain masker scuba, masker buff pun tidak disarankan untuk dipakai di dalam kereta yang notabene selalu ramai.

Sementara itu, dalam unggahan tersebut pun dipaparkan jenis masker lain dan efektivitasnya dalam menangkal virus. Beberapa di antaranya: masker N95 punya efektivitas 95-100 persen, masker bedah (80-95%), masker FFP1 (80-95%), dan masker bahan 3 lapis (50-70%).

Hal tersebut juga didukung penjelasan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Ia ikut berpendapat terkait dengan larangan penggunaan masker scuba atau buff di KRL.

 Baca juga: Potret Cantik Angel Karamoy, Janda 4 Tahun yang Penuh Pesona

“Jadi, memakai masker ini adalah salah satu cara pencegahan penularan Covid-19. Kita sudah paham ini semua dengan baik. Dan semua masyarakat terutama yang ada di daerah publik, berinteraksi dengan orang lain, harus menggunakan masker,” katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (15 September 2020).

Menurut Wiku, masker scuba atau buff adalah masker yang sangat tipis. Sehingga kemungkinan virus menembus masker tersebut lebih besar.

“Sedangkan masker scuba atau buff, ini adalah masker dengan satu lapis saja dan terlalu tipis. Sehingga kemungkinan untuk tembus, tidak bisa menyaring lebih besar. Maka disarankan menggunakan masker yang berkualitas untuk menjaga,” ujarnya.

Di sisi lain, Wiku juga menambahkan bahwa menggunakan masker scuba yang tidak mematuhi aturan standar dapat membuat fungsi masker tersebut menjadi hilang. Mengingat bahan yang digunakan untuk membuat masker scuba mudah melar.

“Selain itu, masker scuba sering mudah untuk ditarik ke bawah, ke dagu. Sehingga fungsi masker jadi hilang. Maka dari itu, gunakan masker dengan cara yang tepat untuk melindungi dan menutup area batang hidung, hidung, sampai mulut dagu dan rapat di pipi,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini