Kisah Pasien OTG Sembuh dari Covid-19, Sempat Demam Tinggi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 08:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 481 2279718 kisah-pasien-otg-sembuh-dari-covid-19-sempat-demam-tinggi-5hk8uXINsV.jpg Sakit Covid-19 (Foto: Pittsburgh Post Gazette)

"Saya pun dirawat intensif di rumah sakit, bapak pun sama meski dia tanpa keluhan. Kami masuk sebagai pasien umum dengan status positif Covid-19," kata dia.

Dalam perawatannya di rumah sakit, si pria ini mendapatkan kabar terkait hasil swab adik-adiknya yang mana semuanya dinyatakan negatif Covid-19. Mendengar kabar tersebut, dia pun sedikit tenang dan fokus mengobati diri sendiri dan bapaknya.

Nah, selama dirawat intensif di rumah sakit, keluhan yang dia rasakan hanya sebatas sakit kepala. Beda dengan bapak yang sempat tensinya naik tapi selebihnya tidak ada keluhan.

Singkat cerita, tes swab dilakukan sebanyak dua kali dan keduanya menunjukan hasil negatif Covid-19. Dengan status tersebut, ia dan bapaknya diperbolehkan pulang pada 21 Agustus 2020.

Seperti pasien Covid-19 sembuh lainnya, ia pun dititipkan pesan dari rumah sakit yaitu tetap menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari dan menjalankan pola hidup sehat. "Interaksi minimal dengan anggota keluarga," katanya.

Soal biaya yang mesti dibayar, pria ini mengaku tidak ada sepeserpun uang yang ia keluarkan untuk perawatan Covid-19. Semuanya ditanggung Kementerian Kesehatan. "Saya juga salut kepada pelayanan para tenaga kesehatan di RSUI yang tetap ceria dan terus memberi semangat," pujinya.

Pada 4 Agustus, dia mengaku lakukan check-up ke RSUI dalam kondisi bisa dikatakan sembuh dan tetap menjalankan pola hidup sehat. Untuk memastikan kondisi kesehatannya, dia pun tetap memonitor kondisi kesehatan dengan termometer dan oximeter.

Dari semua ini, ada pesan yang coba dia sampaikan kepada masyarakat. "Kita yang merasa sehat tanpa keluhan tetap punya kemungkinan terpapar dan menularkan ke orang lain terutama anggota keluarga yang tinggal serumah," terangnya.

Dengan tingginya kasus per hari, kamar perawatan di rumah sakit menipis, dan makin banyak tenaga kesehatan yang terpapar bahkan tumbang di tengah tugasnya, pria ini berharap agar semua masyarakat lebih perhatian. "Sederhana, selamatkan orang yang kita cintai dan diri kita sendiri," singkatnya.

Ia pun memberi pesan sebagai berikut, "Kita memang tidak punya 'nasib' yang sama tapi kita berada di situasi yang sama. Buat teman-teman yang masih perlu ke kantor, masih harus beraktivitas bolak-balik di luar rumah, tolong jalankan protokol kesehatan di segala situasi. Lakukan apa yang diperlukan saja. Mari tolong diri kita sendiri dan orang lain dengan meminimalisir penyebaran.

Berhenti untuk menyebarkan perkataan negatif, sederhana supaya pikiran kita tetap waras. "Stay safe. Stay healthy body and mind. Keep our close attention to those loved ones. Until then, please take care," tulisnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini