Fakta Baru, Air Mata Bisa Jadi Medium Penyebaran Virus Corona

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 481 2279778 fakta-baru-air-mata-bisa-jadi-medium-penyebaran-virus-corona-qxXHy5tfnE.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Seorang wanita berusia 65 tahun, pasien Covid-19 pertama yang dikonfirmasi di Italia diketahui masih memiliki partikel virus corona di matanya, sekalipun sudah sembuh. Ini memberi fakta baru di perkembangan kasus Covid-19.

Menurut laporan Fox News, pada 23 Januari, perempuan itu terbang dari Wuhan ke Italia. Kurang dari seminggu kemudian, dia mulai mengalami gejala Covid-19 dan dirawat di rumah sakit keesokan harinya.

Gejala yang muncul itu ialah batuk kering, sakit tenggorokan, radang selaput lendir di hidung, dan mata memerah. Wanita itu pun dinyatakan positif Covid-19 dalam pemeriksaan tes. Beberapa hari setelahnya, demam tinggi muncul, disertai mual dan muntah.

Dalam pemeriksaannya, dia tidak hanya diambil swab di hidung, tetapi juga di mata. Hasil pemeriksaan pun menunjukkan bahwa, materi genetik dari virus corona itu pun ada di matanya.

"SARS-CoV2 RNA terdeteksi pada swab matanya beberapa hari setelah dirinya dinyatakan negatif Covid-19 lewat swab hidung," kata peneliti dalam laporan yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine, 17 April.

Dikatakan juga di sana bahwa peneliti menemukan bahwa cairan mata dari pasien yang terinfeksi Covid-19 bisa menjadi medium penyebaran virus di antara orang-orang. "Air mata bisa jadi sumber infeksi potensial," sambungnya.

"Temuan ini menyoroti pentingnya tindakan pencegahan seperti tidak memegang hidung dan mengucek mata, dan sering cuci tangan," saran peneliti.

 Wanita berusia 65 tahun, pasien Covid-19 pertama yang dikonfirmasi di Italia diketahui masih memiliki partikel virus corona di matanya.

Baca juga: 4 Makanan Ini Bisa Membuat Kulit Sehat dan Bercahaya

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini