Usia di Atas 45 Tahun Diimbau Tak Keluar Rumah, Ini Alasannya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 21:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 481 2280190 usia-di-atas-45-tahun-diimbau-tak-keluar-rumah-ini-alasannya-xa0KK0oRDn.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Belum lama ini Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengimbau warga berusia di atas 45 tahun untuk tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Imbauan itu sejalan dengan data pasien Covid-19 yang meninggal.

Ya, menurut data yang dibeberkan Satgas Covid-19, hampir 80 persen pasien Covid-19 berusia di atas 45 tahun meninggal dunia. Bahkan, pada Mei 2020, angka persentasenya mencapai 85 persen, didominasi kasus meninggal dunia pada usia 60 tahun ke atas.

Karena hal tersebut, Wiku berharap agar meminimalisir kelompok usia 45 tahun ke atas untuk melakukan mobilisasi atau keluar rumah. Ia berharap, kelompok usia tersebut keluar rumah hanya untuk kondisi tertentu.

Tidak hanya itu, Wiku pun berpesan agar usia 45 tahun ke atas sebisa mungkin menghindari penggunaan transportasi umum guna mencegah penularan virus yang masih terus terjadi di tengah masyarakat.

Sementara itu, dilansir Business Insider, memasuki usia 40 tahuh, Anda seperti membuka gerbang kenyataan kondisi tubuh Anda. Jadi, jangan heran kalau di usia tersebut, banyak yang mengeluhkan masalah nyeri persendian, diabetes tipe 2, maupun stroke atau kanker. Namun, yang cukup menjadi perhatian banyak tenaga medis adalah masalah persendian yang sepertinya hampir dialami banyak dari mereka yang berusia 40-an.

Lansia

Nah, memasuki usia 50 tahun, kondisi kesehatan yang tidak cukup diperhatikan di usia sebelumnya akan menjadi lebih parah. Di kelompok ini, banyak yang kemudian diabetesnya semakin parah, 80 persen dari kelompok ini mulai kesulitan melihat dengan jelas. Selain itu, isu kanker payudara dan kanker usus pun mulai banyak dijumpai di usia 50an.

Baca Juga : Jessica Iskandar Duduk Manja di Atas Meja, Netizen: Marimar Aww!

Memasuki usia 60 tahun, kondisi kesehatan yang banyak terlihat adalah masalah jantung. Tidak hanya itu, masalah pada paru-paru pun cukup banyak dijumpai, khususnya pada merka yang dulunya setiap hari merokok.

Beda lagi dengan usia 70, di sini kebanyakan mengalami masalah kelumpuhan atau sulitnya bergerak. Makanya, alat bantu jalan atau bahkan hidup di atas kursi roda sudah dijalani.

Di sisi lain, jika kita tarik mundur di usia 40 tahun awal, beberapa dokter di dunia coba menjelaskan penyakit apa saja yang mungkin menyerang kelompok usia di atas 45 tahun. Hal ini menjadi dasar juga kenapa kelompok tersebut rentan terinfeksi Covid-19. Berikut ulasannya:

1. Beser

Pipis

Pada banyak orang di usia 45 tahun ke atas dikatakan mudah sekali beser. Situasi tidak nyaman itu bisa terjadi, diterangkan S. Adam Ramin, MD, ahli urologi dan direktur medis Spesialis Kanker Urologi di Los Angeles, karena saraf yang membantu kandung kemih mungkin tidak bekerja lagi dengan baik.

"Tidak hanya itu, otot kandung kemih menebal seiring bertambahnya usia dan itu mengurangi kapasitas muatannya," kata dia.

2. Osteoartritis

Penyakit lain yang juga banyak dialami kelompok usia di atas 45 tahun adalah osteoartritis. Diterangkan Alejandro Badia, MD, Board-certified hand and upper extremity orthopedic surgeon with Badia Hand to Shoulder Center di Florida, kondisi ini terjadi karena tulang rawan di persendian mulai menipis. Makanya, jangan heran kalau sendi-sendi orang di atas 45 tahun kerap merasa nyeri dan tidak nyaman.

"Sangat umum rasa nyeri itu muncul di tulang belakang leher, pinggul, lutut lumbar, atau pada sendi tertentu seperti di sendi basal ibu jari, dan ini biasanya terjadi pada perempuan," terang Badia.

3. Hipertensi

Penyakit yang satu ini mulai banyak dialami mereka yang memasuki usia 40 tahun. Mengelola kondisi ini menjadi penting, karena kalau diabaikan akan menjadi bumerang untuk kesehatan Anda.

Ya, ketika hipertensi tidak dikontrol dengan baik, maka faktor risiko serangan jantung dan stroke akan sangat terbuka lebar. "Pengelolaan stres menjadi salah satu kunci yang harus dilakukan untuk menjaga tekanan darah," kata Sanjiv Patel, MD, ahli jantung di MemorialCare Heart and Vascular Institute di Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, California.

Lansia

4. Depresi atau kecemasan

Kelompok usia di atas 45 tahun pun dikatakan banyak mengalami kondisi mental yang terganggu. Ini padahal cukup penting untuk mempertahankan imunitas tubuh melawan Covid-19.

Tapi, dikatakan Anthony P. DeMaria, PhD, Psikolog Klinis dan Psikoterapis dan Direktur Asosiasi Psikiatri Rawat Jalan Dewasa di RS Mount Sinai St. Luke dan Mount Sinai West di New York, orang mengalami gangguan mental pertama kali jauh sebelum mereka memasuki usia 40 tahun.

Nah, memasuki masa dewasa membuat sebagian orang mengalami ketakutan atau kecemasan yang membuat mereka rentan depresi. Urusan finansial misalnya, atau juga urusan menjadi orangtua yang hebat untuk anaknya. "Faktor-faktor tersebut membuat seseorang rentan mengalami masalah psikologis," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini