Stroke Juga Bisa Serang Mata Loh, Yuk Kenali Gejala-gejalanya

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 612 2280010 stroke-juga-bisa-serang-mata-loh-yuk-kenali-gejala-gejalanya-h98k0alGVb.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SELAMA ini mungkin Anda berpikir bahwa stroke terjadi karena pembuluh darah ke otak terhambat, dan akhirnya pecah. Tapi selain otak, ternyata stroke juga bisa menyerang mata loh.

Sama seperti stroke pada umumnya, stroke mata terjadi akibat sumbatan pada pembuluh darah menuju ke saraf mata maupun yang berasal dari saraf mata. Tergantung dari jenis stroke mata yang dialami, gejala dan cara mengobatinya mungkin bisa berbeda.

Berikut adalah 4 tipe stroke mata yang perlu Anda ketahui seperti dilansir dari WebMD.

Oklusi arteri retina sentral

Tipe stroke mata ini terjadi akibat adanya penyumbatan pada aliran darah utama yang menuju ke saraf mata. Akibatnya, saraf mata jadi kekurangan oksigen dan asupan nutrisi.

Gejala yang dirasakan umumnya berupa penurunan penglihatan menyeluruh. Penurunan kemampuan melihat terjadi pada salah satu mata secara mendadak, tanpa disertai mata merah ataupun rasa nyeri.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko oklusi arteri retina sentral, antara lain tekanan darah tinggi, riwayat stroke, merokok dan obesitas.

Pada jenis stroke mata ini, penanganan harus dilakukan cepat dalam waktu kurang dari 24 jam. Penanganan yang cepat dapat mempersempit kemungkinan terjadinya kerusakan saraf permanen yang berujung kebutaan.

stroke

Penanganan dapat dilakukan dengan menggunakan obat minum, obat tetes, tindakan operasi, atau kombinasi ketiganya.  

Oklusi arteri retina cabang

Tipe stroke mata yang satu ini terjadi karena sumbatan pada salah satu dari aliran darah cabang. Akibatnya, gangguan penglihatan bersifat sebagian, atau hanya pada salah satu area (atas/bawah/kiri/kanan).

Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk jenis stroke mata ini meliputi pemeriksaan darah lengkap, tes gula darah, dan fungsi jantung untuk mencari kemungkinan penyebab dari sumbatan.

Pengobatan untuk jenis stroke mata ini tidak seagresif seperti pada oklusi arteri retina sentral. Pengobatan biasanya lebih bertujuan untuk mencegah kambuhan gejala di kemudian hari.

Oklusi vena retina sentral

Jenis stroke mata ini terjadi ketika penyumbatan terjadi pada aliran darah balik dari retina ke jantung. Oklusi vena retina sentral lebih sering ditemui daripada kelainan pada arteri retina.

Stroke mata oklusi vena retinal sentral terdiri atas 2 tipe, yaitu iskemik, apabila sumbatan terjadi secara menyeluruh, dan Non-iskemik, apabila sumbatan hanya terjadi sebagian.

Gejala yang timbul dapat berupa penurunan penglihatan mendadak ataupun penurunan penglihatan yang terjadi secara perlahan. Pengobatan untuk stroke mata ini dilakukan dengan menggunakan laser ataupun suntikan pada mata untuk mengurangi kemungkinan komplikasi.

Oklusi vena retina cabang

Sedikit berbeda dengan tipe stroke mata lainnya, sebagian besar penderita stroke mata ini tidak menyadari mengalaminya.

Gejala penurunan penglihatan baru akan terasa apabila sumbatan terjadi di pembuluh darah balik yang mengaliri pusat dari penglihatan (makula).

Lebih dari 70% penderita jenis stroke mata ini lebih dulu memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Pengobatan yang dilakukan biasanya bertujuan untuk mengendalikan tekanan darah, kadar kolesterol, dan mencegah komplikasi.

Tapi, memiliki gejala di atas bukan berarti Anda pasti terkena stroke mata. Namun, jika Anda ragu dan khawatir mengenai gejala tertentu yang Anda alami, konsultasikanlah ke dokter.

Konsultasi sejak dini dapat membantu agar kondisi tidak telanjur bertambah parah. Seperti halnya stroke di otak, stroke di mata juga harus cepat ditangani dengan tepat untuk menghindari gangguan penglihatan permanen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini