Penampakan Penyu Langka, Wajahnya Selalu Tersenyum

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 612 2280152 penampakan-penyu-langka-wajahnya-selalu-tersenyum-zuJpWMxqNT.jpg Penyu tersenyum (Foto : VT)

Spesies penyu langka yang memiliki wajah tersenyum permanen, baru-baru ini berhasil diselamatkan dari kepunahan melalui upaya konservasi di Myanmar. Sebelumnya penyu beratap Burma dianggap punah oleh ahli zoologi dua dekade lalu.

Hewan-hewan yang tampak ceria ini dulu tumbuh subur di Sungai Irrawaddy, yang terletak di sebelah selatan kota Yangon di negara Asia Tenggara. Tetapi populasi mereka kian menghadapi ancaman yang signifikan sebagai akibat dari penangkapan yang dilakukan oleh manusia dan pengambilan telur yang berlebihan.

Pada 2001, spesimen hidup penyu beratap Burma muncul untuk dijual di pasar hewan di Hong Kong. Makhluk itu dibeli seorang kolektor Amerika, dan masih dimilikinya hingga hari ini.

Penyu

Seorang ahli biologi Universitas Western Australia mensurvei hulu Sungai Chindwin, tempat ekspedisi Amerika pernah mengumpulkan beberapa penyu pada 1930-an. Tak lama kemudian Dr. Gerald Kuchling berhasil menemukan kembali beberapa penyu langka itu dan membawa mereka kembali dari tepi jurang.

Sebagaimana dilansir dari VT, Jumat (18/9/2020), sekarang, berkat upaya pemulihan kolaboratif selama satu dekade antara Turtle Survival Alliance, Wildlife Conservation Society, dan Departemen Kehutanan Myanmar, populasi penyu yang ditangkap kini telah meningkat menjadi hampir 1.000 ekor.

Baca Juga : Jessica Iskandar Duduk Manja di Atas Meja, Netizen: Marimar Aww!

Tidak hanya itu, sejumlah kura-kura yang tersenyum ini telah dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Harapannya, dengan cara ini maka spesies tersebut dapat kembali bertahan hidup dan berkembang biak.

"Ketika spesies tersebut muncul di sebuah toko hewan peliharaan di Hong Kong, ia mengangkat banyak alis, ada sejumlah pedagang lokal menyelundupkan kura-kura bintang keluar dari Burma pada saat itu, jadi kami hanya berasumsi bahwa itu telah diselundupkan oleh pedagang yang sama,” terang Presiden Turtle Survival Alliance, Rick Hudson.

Sementara itu, Steven G. Platt, seorang herpetologis di Wildlife Conservation Society, mengatakan bahwa dunia hampir saja kehilangan penyu jenis ini. Jika tidak melakukan intervensi saat melakukannya, penyu ini akan penuh begitu saja.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini