Pabrik Biofarma Bocor, Ribuan Warga China Terinfeksi Penyakit Brucellosis

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 19 September 2020 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 19 612 2280518 pabrik-biofarma-bocor-ribuan-warga-china-terinfeksi-penyakit-brucellosis-ohKngQzqog.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Covid-19 belum usai, China lagi-lagi diterpa wabah baru yaitu Brucellosis. Wabah yang menyebar karena kebocoran pabrik biofarma tersebut sudah menginfeksi ribuan warga.

CNN melaporkan, data dari Komisi Kesehatan Lanzhou menjelaskan bahwa hingga kini sudah 3.245 orang terinfeksi bakteri Brucellosis, dari sebelumnya 1.401 orang terkonfirmasi positif dalam tes awal.

Dari jumlah tersebut, hingga saat ini belum ada korban jiwa. Secara total, pihak berwenang sudah menguji 21.847 orang dari 2,9 juta penduduk kota. Brucellosis sendiri merupakan penyakit infeksi bakteri yang sebetulnya menyerang hewan ternak, tetapi kini mulai menyebar ke tubuh manusia.

Terkait dengan gejala yang ditimbulkan, penyakit yang kerap disebut dengan demam Malta atau demam Mediterania itu menyebabkan seseorang mengalami sakit kepala, nyeri otot, demam, dan kelelahan.

Bakteri brucella

Meskipun gejala seperti itu mereda, laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) menyatakan, di beberapa kasus memperlihatkan gejala yang lebih serius bahkan tidak hilang, misalnya radang sendi atau pembengkakan pada organ tertentu.

CDC pun menegaskan bahwa penyakit Brucellosis sejatinya sulit menyebar dari manusia ke manusia. Sejauh ini bisa terjadi karena penularan dari hewan ternak ke manusia.

"Kebanyakan orang terinfeksi bakteri ini dari mengonsumsi makanan yang terkontaminasi atau terpapar bakteri secara langsung dengan menghirupnya, seperti itu yang terjadi di Lanzhou," lapor CDC.

Terkait dengan kabar wabah menyebar karena kebocoran pabrik biofarma, Komisi Kesehatan Kota membenarkan hal tersebut. "Wabah ini berasal dari kebocoran di pabrik farmasi biologis Zhongmu Lanzhou, yang terjadi antara akhir Juli hingga akhir Agustus tahun lalu," tegasnya.

Jadi, saat memproduksi vaksin Brucella untuk hewan, pabrik menggunakan disinfektan dan pembersih kadaluwarsa, artinya tidak semua bakteri dibasmi dalam limbah gas. Nah, limbah gas yang terkontaminasi itu membentuk aerosol yang mengandung bakteri dan bocor ke udara bebas, terbawa angin ke Institut Penelitian Hewan Lanzhou, tempat wabah pertama kali melanda.

Pada Februari 2020, pabrik biofarma itu mengeluarkan permintaan maaf kepada publik dan mengatakan telah menghukum berat delapan orang yang dianggap bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi.

Perusahaan pun akan bekerja sama dengan pihak berwenang setempat dalam upaya tanggapan dan pembersihan, serta berkontribusi pada program kompensasi bagi mereka yang terkena dampak.

Komisi Kesehatan Lanzhou pun baru-baru ini mengeluarkan laporan bahwa 11 rumah sakit umum akan memberikan pemeriksaan rutin dan gratis untuk pasien yang terinfeksi. Sayangnya, laporan tersebut tidak memberikan rincian tambahan tentang kompensasi untuk pasien, kecuali akan dikeluarkan kompensasi itu pada Oktober mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini