5 Cara agar Terhindar dari Penyakit Brucellosis

Wilda Fajriah, Jurnalis · Minggu 20 September 2020 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 20 481 2280692 5-cara-agar-terhindar-dari-penyakit-brucellosis-oIQCh20V1P.jpg Penyakit dari hewan (Foto: Beef Magazine)

Pandemi Covid-19 masih menjangkiti berbagai belahan dunia. Namun muncul penyakit lain dilaporkan menyerbu warga China. Ribuan orang di Lanzhou, terinfeksi bakteri bernama Brucellosis.

Menurut laporan terbaru, setidaknya ada 3.245 warga China yang terinfeksi Brucellosis. Penyakit ini merupakan infeksi bakteri yang awalnya menyerang hewan ternak. Namun, penyakit ini juga dapat ditularkan kepada manusia.

Melansir Mayo Clinic, Brucellosis adalah infeksi bakteri yang menyebar dari hewan ke manusia. Paling umum, orang bisa terinfeksi karena mengonsumsi produk susu mentah atau tidak dipasteurisasi.

Terkadang, bakteri penyebab Brucellosis dapat menyebar melalui udara atau melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Tanda dan gejala Brucellosis antara lain demam, nyeri sendi, dan kelelahan.

Lalu bagaimana cara mencegah agar terhindar dari penyakit Brucellosis?

susu

1. Hindari makanan olahan susu yang tidak dipasteurisasi

Dalam beberapa tahun terakhir di Amerika Serikat, hanya sedikit kasus Brucellosis yang dikaitkan dengan produk susu mentah dari ternak domestik. Namun, yang terbaik adalah menghindari susu, keju, dan es krim yang tidak dipasteurisasi, apa pun asalnya. Jika Anda bepergian ke negara lain, hindari semua makanan olahan susu mentah.

2. Masak daging sampai matang

Masak semua daging hingga mencapai suhu internal 145 hingga 165 F (63 hingga 74 C). Saat makan di restoran, pesan daging sapi dan babi setidaknya dengan kematangan sedang.

Daging domestik di Amerika Serikat tidak mungkin mengandung bakteri Brucellosis tetapi memasak yang benar menghancurkan bakteri berbahaya lainnya seperti salmonella dan Escherichia coli. Saat bepergian ke luar negeri, hindari membeli daging dari pedagang kaki lima, dan mintalah agar semua daging dimasak hingga matang.

3. Memakai sarung tangan

Jika Anda seorang dokter hewan, petani, pemburu atau pekerja rumah jagal, kenakan sarung tangan karet saat menangani hewan yang sakit atau mati atau jaringan hewan atau saat membantu hewan melahirkan.

4. Lakukan tindakan pencegahan keamanan di tempat kerja berisiko tinggi

Jika Anda bekerja di laboratorium, tangani semua spesimen dalam kondisi keamanan hayati yang sesuai. Rumah pemotongan hewan juga harus mengikuti langkah-langkah perlindungan, seperti memisahkan lantai penyembelihan dari area pemrosesan lainnya dan penggunaan pakaian pelindung.

Baca juga: PSBB ala Yuni Shara, Mainan Tanaman di Pekarangan

5. Vaksinasi hewan peliharaan

Di Amerika Serikat, program vaksinasi yang dilakukan secara rutin hampir menghilangkan Brucellosis pada kawanan ternak.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini