Beautypedia: Apa Itu Handwash?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 21 September 2020 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 481 2281277 beautypedia-apa-itu-handwash-ZQ5WsZyoG0.jpg (Foto: Elemental - Medium)

Di masa pandemi ini, orang menjadi lebih sering cuci tangan. Ini karena mencuci tangan dinilai sebagai salah satu tindak pencegahan Covid-19.

Umumnya, orang mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau yang disebut dengan handwash. Handwash atau sabun cuci tangan umumnya memiliki tekstur yang cair.

Melansir Live Science, handwash adalah campuran lemak, minyak, air, dan alkali, atau garam. Orang Babilonia kuno dianggap sebagai orang pertama yang membuat sabun. Resep mereka untuk lemak hewani, abu kayu, dan air telah ditemukan diukir di wadah tanah liat yang berasal dari 2800 SM.

Mereka menggunakan ramuan tersebut untuk mencuci wol dan kapas agar bahan-bahan tersebut dapat ditenun menjadi kain dan bukan untuk membersihkan tubuh mereka.

Orang Mesir kuno mengembangkan resep serupa untuk sabun, yang mereka gunakan untuk mengobati luka, penyakit kulit, dan mencuci tubuh. Bangsa Romawi juga membuat sabun, tetapi baru pada abad-abad berikutnya di era Romawi sabun digunakan untuk kebersihan pribadi. Sebelumnya, sabun adalah alat dokter untuk mengobati penyakit.

Resep dasar sabun tidak berubah selama ribuan tahun. Ini masih merupakan kombinasi lemak atau minyak dengan alkali (garam ionik basa) dan air. Bahan-bahan tersebut digabungkan dalam proporsi yang tepat melalui proses kimiawi yang disebut saponifikasi yang menghasilkan sabun.

Bagaimana handwash bekerja?

Sabun tidak membunuh kuman di tangan kita, tetapi membantu menghilangkannya. Kuman menempel pada minyak dan lemak di tangan. Air saja tidak akan menghilangkan banyak kuman di tangan kita karena air dan minyak tidak saling menyukai, sehingga tidak akan bercampur.

Tapi sabun menyukai air dan minyak. Itu karena molekul sabun adalah sejenis surfaktan, yang berarti ujungnya suka air, atau hidrofilik, dan ujungnya suka minyak, atau hidrofobik.

Saat Anda mencuci tangan dengan handwash, molekul sabun bertindak sebagai perantara antara molekul air dan minyak, dan mengikat keduanya pada waktu yang bersamaan. Kemudian saat Anda membilas semuanya, sabun membawa kuman bersama air.

 Di masa pandemi ini, orang menjadi lebih sering cuci tangan.

Baca juga: 6 Manfaat Minum Air Lemon di Pagi Hari, Apa Saja?

Untuk mencuci tangan yang paling efektif, Anda harus menggunakan sabun hingga berbusa karena gesekan membantu mengangkat kotoran dan minyak dari kulit Anda. Sebagian besar ahli kesehatan menyarankan Anda agar menggosok setidaknya 20 detik untuk melunturkan minyak dan kotoran.

Setelah Anda mencuci, pastikan untuk mengeringkan tangan Anda dengan pengering maupun handuk. Tidak ada praktik terbaik yang disepakati untuk mengeringkan, tetapi tangan yang basah lebih mungkin menyebarkan kuman daripada yang kering, kata Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Bagaimana dengan hand sanitizer?

CDC merekomendasikan untuk membersihkan tangan dengan sabun dan air. Namun, jika Anda tidak dapat menemukan sarana pencuci tangan, Anda bisa menggunakan hand sanitizer sebagai cadangan.

Penelitian telah menemukan bahwa hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol 60-95% lebih efektif dalam membunuh kuman daripada non-alkohol atau pembersih rendah alkohol.

Alkohol membunuh beberapa bakteri dan virus dengan menghancurkan selaput pelindungnya, yang pada dasarnya membuat mereka hancur. Tapi itu tidak bekerja untuk semua kuman, seperti norovirus, Clostridium difficile, yang dapat menyebabkan diare yang mengancam jiwa, atau Cryptosporidium, parasit yang menyebabkan penyakit diare yang disebut cryptosporidiosis.

Hand sanitizer cenderung tidak menghilangkan bahan kimia berbahaya seperti pestisida atau logam berat, dan pembersih tangan juga tidak berfungsi dengan baik pada tangan yang sangat kotor atau berminyak. Sejauh ini, mencuci tangan dengan sabun adalah cara paling efektif untuk mencegah kuman berbahaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini