Perokok Rentan Terkena Gangguan Saluran Napas

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 23 September 2020 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 481 2282522 perokok-rentan-terkena-gangguan-saluran-napas-TpU2kplZlY.jpg Merokok (Foto: My Clinic)

Penelitian menunjukkan bahwa seorang perokok lebih berpotensi terkena Covid-19. Hal tersebut terjadi karena mereka memiliki gangguan pada imunitas saluran napas dan paru akibat asap rokok.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Departemen Pulmonologi, Dr. dr. Agus Dwi Susanto Sp.P(K), FISR, FAPSR mengatakan, seorang perokok akan mengalami gangguan fungsi silia (organ sel pernapasan yang bentuknya seperti rambut) yang disebabkan oleh asap rokok.

 merokok

“Pergerakan silia menurun sampai 50 persen hanya dengan dua sampai tiga kali hisapan rokok. Selain itu eliminasi atau bersihan bahan berbahaya di saluran napas pun ikut menurun,” ucap dr. Agus, dalam Konferensi Pers Rokok di Era Pandemi Covid-19, Rabu (23/9/2020).

Selain itu merokok juga menyebabkan gangguan pada sel imunitas seseorang. Seorang perokok berpotensi terkena infeksi saluran napas dan paru termasuk virus.

Seorang perokok aktif atau mantan perokok memiliki potensi lebih tinggi dibandingkan bukan perokok.

“Nikotin menekan migrasi sel leukosit pada tempat peradangan atau infeksi. Hal ini meningkatkan titer virus influenza pada paru. Efek ini menyebabkan lambatnya penyembuhan luka serta meningkatkan insidens infeksi pernapasan pada perokok,” lanjutnya.

Selain itu merokok juga dapat meningkatkan regulasi reseptor angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) yang berada pada sel pneumosit tipe 2. Alhasil paru seorang perokok mengandung 40-50 persen reseptor ACE 2 lebih banyak dibandingkan bukan perokok.

“Reseptor ACE2 merupakan tempat masuk virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. Hal ini yang membuat risiko terkena Covid-19 meningkat,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini