Pakar Pernapasan Imbau Masyarakat untuk Vaksin Influenza

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 481 2283054 pakar-pernapasan-imbau-masyarakat-untuk-vaksin-influenza-rZrQx0t27O.jpg Sakit flu (Foto: Popular Science)

Flu musiman sangat berbahaya bagi kelompok tertentu seperti orang tua, mereka yang memiliki kondisi medis (komorbid), dan terutama orang dengan penyakit pernapasan seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) atau asma. Orang-orang ini berisiko lebih besar karena status dasar pernapasan dan sistem kekebalan mereka lebih lemah.

Pakar Pengobatan Pernapasan di Hong Kong, dr Raymond Tso mengatakan, saat kota dibuka kembali pada musim gugur dan musim dingin yang akan datang, maka akan ada peningkatan kasus Covid-19 dan flu musiman. Pemerintah di seluruh dunia khawatir flu musiman akan mengikis kekebalan dan memengaruhi ribuan orang lainnya terhadap virus corona.

vaksin 

“Meskipun flu membawa kematian yang lebih rendah daripada Covid-19, tapi penyakit ini masih menimbulkan bahaya besar bagi orangtua dan orang-orang dengan penyakit penyerta. Sangat sulit bagi petugas kesehatan untuk membedakan flu musiman dari Covid-19 karena beberapa gejalanya tumpang tindih,” terang Tso, melansir dari Asia One, Kamis (24/9/2020).

Vaksin flu yang pertama kali dikembangkan pada 1940-an, tidak berhasil untuk mencegah penyakit musiman ini. Tetapi Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) masih melakukannya.

Vaksinasi tersebut mencegah jutaan kematian setiap tahun dan telah terbukti mengurangi risiko pergi ke dokter dengan flu sebesar 40 hingga 60 persen.

Studi 2018 menunjukkan bahwa dalam tiga tahun (2012 hingga 2015), vaksinasi flu pada orang dewasa mengurangi risiko dirawat di unit perawatan intensif akibat flu atau komplikasi yang meradang flu, sebesar 82 persen. Jika seseorang terlindungi dari flu musiman, maka mereka tidak akan menularkannya kepada orang lain.

Pandemi saat ini telah melihat banyak perbandingan yang ditarik dengan apa yang disebut flu Spanyol pada 1918. Tidak banyak orang yang menyebutkan pandemi 1968 atau flu Hong Kong seperti yang dijuluki wabah yang menewaskan sekitar 1 juta hingga 4 juta orang di seluruh dunia.

Tso mengatakan, hingga Februari 2020, jumlah total dosis vaksin yang diberikan untuk flu musiman melalui kombinasi program di Hong Kong, berjumlah sekira 1.341.000 dosis. Jumlah ini meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama untuk musim 2018 dan 2019.

Baik Covid-19 maupun influenza sama-sama memengaruhi banyak orang. Sekira 9 persen populasi dunia dipengaruhi oleh influenza setiap tahun, dan tercatat ada 1 miliar infeksi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada 3 hingga 5 juta kasus parah, dan 300.000 hingga 500.000 kematian setiap tahun.

"Tingkat penerimaan secara keseluruhan dengan diagnosis utama influenza di rumah sakit umum menurun dari puncak 0,91 per 10.000 populasi menjadi 0,21 per 10.000 populasi pada periode yang sama," tambahnya.

Ia mengatakan, akan ada penurunan dalam administrasi vaksinasi flu di seluruh sekolah, dan juga, para lansia, yang memenuhi syarat untuk vaksinasi flu. Banyak orang mungkin akan menjauh dari klinik karena takut akan terserang Covid- 19, dan selanjutnya dapat menurunkan tingkat vaksinasi flu dan meningkatkan potensi infeksi yang meluas.

“Kami mungkin belum memiliki vaksin untuk Covid-19. Tetapi memiliki satu vaksin untuk flu musiman secara teratur tahun ini bisa menjadi hal terbaik untuk memperlambat penyebaran pandemi sampai kita memiliki vaksin untuk itu,” tuntas Tso.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini