Turunkan Klaster Keluarga Covid-19, Pemerintah Libatkan PKK dan KPPPA

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 18:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 481 2283243 turunkan-klaster-keluarga-covid-19-pemerintah-libatkan-pkk-dan-kpppa-d8b3xledAR.jpg Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

SEPANJANG September 2020, kasus positif virus corona atau Covid-19 menunjukkan tren yang meningkat dalam klaster keluarga. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan sosialisasi masif kepada para keluarga.

Upaya sosialisasi dan kampanye masif, ini akan melibatkan lembaga atau pemerhati perempuan salah satunya Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Selain itu pemerintah juga melibatkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Sekadar informasi KPPPA memiliki wadah yaitu Forum Anak yang tersebar di 34 provinsi dan 451 kabupaten atau kota.

"Di mana mereka sebagai pelopor dan pelapor, dan bisa kita ajak untuk mengampanyekan dan mensosialisasikan secara masif berkaitan dengan 3M ini," ucap Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Puspayoga, dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Kamis (24/9/2020).

Terkait dengan klaster keluarga, disiplin mematuhi protokol kesehatan yang ketat adalah kunci utama untuk menekan persebaran. Bintang, mengatakan penerapan protokol kesehatan tidak hanya pada saat keluar rumah saja. Tetapi saat berinteraksi di dalam rumah tangga.

 Kasus positif virus corona atau Covid-19 menunjukkan tren yang meningkat dalam klaster keluarga.

Baca juga: 5 Cara Mencegah Rambut Menipis dan Rontok

"Perempuan sebagai manajer rumah tangga yang selalu harus mengingatkan keluarganya walaupun di dalam rumah tetap memakai masker. Apalagi di dalam rumah tersebut ada kelompok rentan, balita (bawah lima tahun) dan lansia (lanjut usia)," lanjutnya.

Berbicara tentang adanya peningkatan klaster keluarga, ia mengimbau jika ada salah satu anggota keluarga yang bekerja di luar rumah, maka hal terpenting yang harus diperhatikan ialah saat masuk ke dalam rumah.

"Harus bersih-bersih badan dulu baru berinteraksi dengan keluarga. Semuanya mari kita bersatu bergandengan tangan, bekerja bersama-sama, saya yakin kekuatan perempuan akan bisa keluar dari situasi sulit ini. Perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia Maju," tutupnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini