Minum Kopi Panas Vs Dingin, Apa Perbedaannya?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 612 2282941 minum-kopi-panas-vs-dingin-apa-perbedaannya-UkpHUSb70H.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PARA pecinta kopi pasti memiliki referensi mereka masing-masing tentang jenis kopi yang enak untuk dinikmati. Nah, salah satu yang juga menjadi perdebatan adalah lebih baik mana, kopi dihidangkan saat panas atau dingin?

Pada dasarnya, kopi mengandung sejumlah manfaat kesehatan yang baik untuk tubuh. Minum kopi secara teratur, seperti dilansir dari The Health Site, diklaim dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, kanker, depresi, dan berbagai penyakit yang berkaitan dengan gangguan saraf, misalnya Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) dan Parkinson.

Sementara laporan dari NIH-AARP Diet and Health Study menyatakan bahwa minum satu cangkir kopi setiap hari dapat mengurangi risiko kematian dini sebesar 6 persen. Minum 2-3 cangkir kopi bahkan dapat menekan risiko kematian dini hingga 10 persen.

Biji Kopi

Walaupun belum diketahui apa yang menjadi alasan di balik sejumlah manfaat kesehatan ini, para pakar kesehatan percaya bahwa tingginya kandungan antioksidan, polifenol, dan mineral dalam kopi yang banyak berperan penting mewujudkannya.

Seorang profesor epidemiologi dan gizi di Harvard T.H Chan School of Public Health, Frank Hu, MD. PhD., mengatakan bahwa suhu pembuatan kopi tidak berpengaruh terhadap kandungan nutrisi kopi. Kalau soal rasa tentunya, ini semua tergantung pada selera masing-masing individu.

Baik secangkir kopi hitam panas maupun segelas es kopi bisa dibilang sama-sama hampir nol kalori dan tak memiliki nilai gizi berarti. Secangkir kopi hitam dan kopi dingin tanpa gula sama-sama tidak mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan makronutrien penting lainnya, seperti kalsium dan serat.

Nilai gizi dari kedua versi minuman ini baru akan berubah ketika ditambahkan perasa atau pemanis. Jika ingin membandingkan mana yang kandungan kafeinnya lebih kuat antara es kopi dan kopi panas, sebenarnya keduanya sama saja.

Pasalnya, es kopi pun pada mulanya dibuat dari seduhan air panas yang kemudian ditambahkan es batu. Tapi, efek kafein pada es kopi akan lebih cepat timbul ke permukaan daripada kopi hangat.

Meski efek kafein dalam kopi dingin bisa dibilang lebih tinggi daripada kopi hangat, rasa es kopi tidak seasam kopi tubruk hangat. Rata-rata kopi dingin memiliki kadar pH 6,31 yang berlawanan dengan versi panasnya yang mengandung pH 5,48. Pada skala pH, semakin rendah angkanya semakin asam sifat zat tersebut.

Pasalnya, air panas yang digunakan untuk menyeduh kopi akan mengeluarkan asam yang lebih pekat dari biji kopi. Sementara es batu akan lebih mengencerkan konsentrat kopi sehingga rasanya pun lebih “jinak”.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini