3 Penyakit Turunan Ini Ternyata Bisa Sebabkan Gusi Berdarah Loh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 481 2283552 3-penyakit-turunan-ini-ternyata-bisa-sebabkan-gusi-berdarah-loh-gEEWz70neC.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GENETIKA memang bisa menyebabkan anak mengalami berbagai macam penyakit bawaan orangtuanya. Meski demikian, tidak semua penyakit warisan ini berbahaya ada juga penyakit keturunan yang tidak berbahaya, tapi tetap harus diwaspadai.

Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui riwayat penyakit keluarga Anda. Salah satu upaya pencegahan dari penyakit yang disebabkan oleh genetik adalah dengan melakukan pemeriksaan secara lengkap sebelum menikah, agar pada kemudian hari lebih siap untuk menghadapi gangguan/kelainan yang mungkin terjadi.

Dijelaskan drg. Callista Argentina, ada beberapa penyakit keturunan yang kemudian membuat anak mengalami gejala pada rongga mulut. Salah satunya adalah gusi berdarah. Berikut adalah tiga penyakit keturunan yang bisa menjadi penyebab gusi berdarah.


Gingivitis dan Periodontitis

Para peneliti mensinyalir bahwa penyakit yang menyerang jaringan penyangga gigi ini memiliki faktor yang dapat diturunkan. Namun, bukan berarti jika orangtua Anda memiliki penyakit ini, kemudian Anda akan mengalaminya juga.

Gusi berdarah

Memberikan perhatian dan perawatan ekstra terhadap kesehatan gusi sangatlah penting, terutama jika orangtua Anda mengalami kondisi kehilangan banyak gigi akibat penyakit ini.


Diabetes Tipe 1 & 2

Penyakit diabetes sangat erat hubungannya dengan gangguan pada jaringan penyangga gigi. Pada diabetes tipe 1, ditemukan peradangan jaringan periodontal berat dengan gejala pembesaran gusi, penurunan gusi, dan kerusakan jaringan.


Hemofilia

Hemofilia merupakan kelainan pembekuan darah di mana darah menjadi sukar berhenti. Hal ini disebabkan karena kekurangan faktor pembekuan dalam darah. Biasanya ditandai oleh perdarahan spontan yang berat dan kelainan sendi yang nyeri dan menahun. Hemofilia umumnya baru dapat diketahui saat anak dikhitan, anak melakukan imunisasi, atau anak diambil darahnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini