Kanker Darah, Warisan Tak Diharapkan Orangtua ke Anaknya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 481 2283570 kanker-darah-warisan-tak-diharapkan-orangtua-ke-anaknya-FLoTlZfnVS.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GAYA hidup tidak sehat memang bisa membawa banyak penyakit, seperti obesitas, diabetes bahkan kanker. Memang, kanker biasanya dialami oleh mereka yang sudah memasuki usia senja.

Meski demikian, dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangkusumo, Ari Fahrial Syam, mengatakan dalam beberapa kasus kanker bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Jadi cikal bakal penyakit kanker tersebut telah dimiliki oleh anak sejak mereka dilahirkan.

Salah satu jenis kanker yang paling banyak diidap oleh anak-anak adalah leukemia atau lebih dikenal dengan kanker darah. Sebagaimana diketahui leukemia merupakan kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah termasuk tulang sumsum.

leukemia

Leukemia memiliki beberapa jenis, seperti leukemia limfoblastik akut, leukemia myeloid akut, dan leukemia limfisitik kronis. Gejala umum leukemia adalah kelelahan, penurunan berat badan, sering mengalami infeksi dan mudah berdarah serta memar.

“Leukemia terhadap anak disebabkan oleh faktor keturunan dari orangtua. Jadi ketika dilahirkan mereka telah diwariskan sel leukemia,” ujarnya kepada Okezone.

Meskipun demikian, kanker sebenarnya masih bisa diobati dengan metode kemoterapi. Dikutip dari WCRF, konseling dan dukungan nutrisi yang baik juga sangat diperlukan untuk membantu anak-anak dalam mengatasi kanker.

Nutrisi tersebut, dapat membantu meminimalkan efek toksik dari kemoterapi, radiasi, maupun operasi. Di beberapa negara, contohnya di India, dukungan nutrisi ini berhasil meningkatkan kelangsungan hidup anak ketika melawan kanker.

Literatur menunjukkan penurunan leukemia pada masa kanak-kanak dan neuroblastoma bida dilakukan dengan mengonsumsi buah dan sayuran yang memadai. Selain itu suplementasi asam folat selama konsepsi dan kehamilan juga harus dilakukan.

Mengatur nutrisi yang baik selama kehamilan, dan pengaturan serupa pada masa kanak-kanak serta remaja memiliki manfaat jangka panjang untuk kesejahteraan seseorang. Metode ini bisa mencegah kanker serta penyakit tidak menular lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini