Pasien Demam Berdarah Kerap Terbukti Positif Covid-19 Palsu

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 26 September 2020 02:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 612 2283990 pasien-demam-berdarah-kerap-terbukti-positif-covid-19-palsu-cUMnwGEPMI.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEBUAH studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Brasil menemukan hubungan antara penyebaran Covid-19 dengan paparan penyakit yang ditularkan nyamuk. Tapi, penelitian tersebut bukanlah mengungkapkan bahwa nyamuk bisa menyebarkan virus corona.

Hasil studi menemukan, tempat-tempat yang menunjukkan tingkat infeksi Covid-19 lebih rendah sebelumnya mengalami wabah demam berdarah yang hebat pada 2019 atau 2020. Studi tersebut dipimpin profesor Miguel Nicolelis dari Duke University, yang membandingkan distribusi geografis kasus Covid-19 dengan penyebaran demam berdarah selama dua tahun terakhir.

"Analisis ini meningkatkan kemungkinan menarik dari persilangan imunologis antara antibodi dengue dan virus corona," kata Prof Nicolelis.

 demam berdarah

Profesor Nicolelis menyatakan, hasil studi ini sangat menarik karena penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang dengan antibodi demam berdarah kadang-kadang terbukti positif palsu Covid-19.

Jadi, ini menunjukkan bahwa ada interaksi imunologis antara dua virus yang tidak dapat diduga oleh siapapun, karena kedua virus tersebut berasal dari keluarga virus yang benar-benar berbeda. Namun Prof Nicolelis mengakui bahwa studi lebih lanjut sangat diperlukan untuk membuktikan hubungan tersebut.

Baca Selengkapnya: Studi: Pasien Demam Berdarah 'Kebal' Covid-19

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini