Prosedur Isolasi OTG Covid-19, Mudah atau Sulit?

Felix Refialdo, Jurnalis · Sabtu 26 September 2020 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 481 2284202 prosedur-isolasi-otg-covid-19-mudah-atau-sulit-emNu0jSLj1.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Angka kasus Covid-19 terus meningkat setiap harinya, termasuk di DKI Jakarta. Salah satu yang menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah mengenai isolasi mandiri untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dr. Widyastuti mengungkapkan, Dinkes DKI Jakarta memantau kasus aktif harian sebagai bentuk perencanaan dan investigasi terhadap ketersediaan tempat tidur di rumah sakit maupun ruang isolasi yang ada di Wisma Atlet.

“Kasus di DKI Jakarta sekitar 50% dari kasus aktif adalah tanpa gejala, nah dari 50% kasus tanpa gejala ini tentunya yang membutuhkan tempat isolasi mandiri,” ujar Widyastuti, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam siaran online di akun YouTube BNPB Indonesia 24 September 2020.

Dinkes DKI Jakarta

Terkait dengan adanya kasus tanpa gejala atau Orang Tanpa Gejala (OTG) ini, Wisma Atlet Kemayoran memiliki 4 tower. 2 tower digunakan sebagai tempat untuk pasien Covid-19 gejala ringan dan sedang.

"Untuk ruang isolasi mandiri terdapat sekira 3.116, sekarang terisi pasien 2.108 dan wisma atlet diperkirakan masih dapat menampung pasien tanpa gejala sekirar 1000-an pasien," jelas Kolonel CKM dr. Stefanus Dony, Kepala Kesehatan Kodam Jaya.

Baca Juga : Dokter Larang Oleskan Minyak Kayu Putih ke Masker, Kenapa?

Selanjutnya untuk prosedur flat isolasi mandiri ini tidak sulit. Beberapa prosedurnya adalah rujukan dari puskesmas terdekat, pasien OTG membawa keterangan tidak mampu untuk melakukan isolasi madiri. Selain itu, membawa hasil positif dari lab dan mampu mandiri dalam melakukan kegiatan apapun sehingga tidak perlu bantuan dari orang lain.

Diharapkan kasus positif harian covid-19 semakin terus menurun. Oleh karena itu penerapan sosialisasi dalam pencegahan covid-19 ini seperti memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak masih sangat diperlukan. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk menekan angka kasus positif Covid-19 di Indonesia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini