Waspada Dampak Buruk Kecanduan Gadget pada Anak

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 27 September 2020 17:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 196 2284522 waspada-dampak-buruk-kecanduan-gadget-pada-anak-gvXpXBDS5U.jpg (Foto: New York Strait Times)

Ponsel saat ini tampaknya menjadi alat yang dibutuhkan setiap orang. Dengan ponsel, satu sama lain bisa saling berkomunikasi dan bisa mendukung produktivitas penggunanya.

Tidak hanya orangtua, anak-anak pun kini sudah akrab dengan smartphone atau ponsel pintar. Bila digunakan secara bijak, produk-produk teknologi tersebut sebetulnya dapat mendatangkan sejumlah manfaat bagi kehidupan manusia.

Namun, bila tidak dikontrol atau digunakan dengan baik, kehadiran gadget justru dapat menggangu kesehatan mental, terutama pada kalangan anak-anak.

Hal tersebut dijelaskan secara gamblang oleh Pakar Kids Ability Maximizer Rizqi Pirmansyah, dalam acara diskusi besutan desainer Nina Septiana, selaku Founder dari Nina Nugroho.

Rizqi mengatakan bahwa hasil riset yang dilakukan oleh pihaknya menunjukkan bahwa gadget menjadi masalah yang paling menonjol di kalangan para responden.

"Kita sudah melakukan riset, apa sih yang paling menyakitkan saat ini ? Dari banyaknya responden, hasilnya adalah gadget," katanya.

 Tidak hanya orangtua, anak-anak pun kini sudah akrab dengan smartphone.

Baca juga: Tips Aman Bersepeda Selama Pandemi Covid-19

Rizqi menambahkan, gadget memang memiliki manfaat bagi para penggunanya, termasuk anak-anak. Namun pada sisi lain juga berdampak negatif yang cukup besar pada mereka.

Masalah yang ditimbulkan mencakup tidak optimalnya tumbuh kembang anak, anak menjadi tidak memiliki daya kemampuan hidup ketika dewasa, hingga mengalami gangguan mental.

"Gadget di satu sisi memberikan dampak yang positif, tapi pada sisi lain membuat kita khawatir ke depannya. Gadget dapat menyebabkan anak sakit jiwa bahkan membunuh dalam sebuah kasus kita temukan. Dan itu menjadi kegelisahan," tegas Rizqi.

Kalau pun terpaksa memberikan gadget, Rizqi menyarankan tidak boleh lebih dari 2 jam dalam sehari. Bila lebih dari itu, maka dampak negatifnya yang akan lebih menonjol dibanding manfaatnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini