Sinar Matahari Membunuh Virus, Efektifkah Berjemur untuk Perangi Covid-19?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 27 September 2020 08:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 481 2284404 sinar-matahari-membunuh-virus-efektifkah-berjemur-untuk-perangi-covid-19-i1JDtNzd9V.jpg Ilustrasi (Foto: Netdna)

Selama pandemi, saat tenaga medis kekurangan alat pelindung, beberapa pusat kesehatan telah menggunakan sinar ultraviolet untuk mendekontaminasi masker agar dapat digunakan kembali. Industri kecil yang menjual lampu ultraviolet sebagai bahan pembasmi kuman telah muncul.

Meski demikian para ahli memperingatkan akan potensi bahayanya bagi manusia. Direktur Utama Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Robert R. Redfield mengatakan kepada Radio Publik Nasional bahwa dia juga mengharapkan pasang surut penyakit.

Kebanyakan virus pernapasan memiliki pola musiman. Masuk akal untuk berhipotesis. "Kita harus menunggu dan melihat. Tapi saya pikir banyak dari Anda percaya saat memasuki akhir musim semi, awal musim panas, Anda akan melihat transmisi menurun,” terang Redfield.

Tapi ia juga mengatakan ada kemungkinan bahwa virus corona akan terus menjadi masalah pada musim penghujan, ketika bertepatan dengan dimulainya musim flu baru. Studi perbandingan virus menunjukkan bahwa virus corona sangat rentan terhadap sinar ultraviolet karena kode genetiknya yang relatif besar.

"Semakin banyak molekul target, semakin besar kemungkinan genom akan rusak,” lanjutnya.

Meski begitu, aspek lain dari efek sinar matahari mungkin juga memainkan peran penting dalam menentukan apakah virus dapat dengan mudah menginfeksi manusia. Sebab sinar matahari dapat mempromosikan sintesis vitamin D, nutrisi yang dapat memperkuat sistem kekebalan dan menurunkan risiko penyakit tertentu.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini