Rayakan WCD, BKKBN Luncurkan Program Edukasi dan Akses Kontrasepsi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 27 September 2020 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 27 612 2284484 rayakan-wcd-bkkbn-luncurkan-program-edukasi-dan-akses-kontrasepsi-PjhXhBAxaN.jpg BKKBN

HARI Kontrasepsi Sedunia (WCD) diperingati pada 26 September setiap tahunnya. Pada WCD kali ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) turut merayakan di Indonesia.

Tahun ini BKKBN mengangkat tema terkait pentingnya percepatan akses informasi dan kontrasepsi untuk pemberdayaan perempuan di masa pandemi Covid-19.

Sekadar informasi Ada tambahan 400-500 ribu kelahiran di Indonesia per tahun selama pandemi virus corona atau Covid-19. Biasanya di Indonesia terdapat 4-5 juta kelahiran per tahun.

Dari data tersebut, bisa disimpulkan angka kelahiran di Indonesia naik sebesar 10 persen karena adanya putus pakai kontrasepsi. Banyak masyarakat yang enggan dan takut pergi ke fasilitas kesehatan untuk memasang aseptor.

Bertepatan dengan WCD tahun ini, BKKBN yang bekerjasama dengan Bayer Indonesia meluncurkan program edukasi dan akses kontrasepsi. Program tersebut ditargetkan bagi 25.000 perempuan petani dan istri petani di Banten dan Jawa Barat untuk tahun 2020 - 2021.

Tujuannya untuk membantu pemerintah Indonesia dalam upaya menekan laju pertumbuhan penduduk dan pemberdayaan perempuan agar kualitas hidup baik ekonomi dan kesehatannya dapat meningkat.

 HARI Kontrasepsi Sedunia (WCD) diperingati pada 26 September setiap tahunnya.

Baca juga: Yuk Intip Cara Bikin Pizza dengan Teflon

Kepala BKKBN, Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) mengatakan bahwa BKKBN berkomitmen untuk mencapai tujuan Family Planning 2020 (FP 2020). Tujuannya adalah menjamin akses ketersediaan kontrasepsi yang berkualitas .

“Selain itu BKKBN akan terus memberikan informasi dan edukasi terkait kesehatan reproduksi dan kontrasepsi kepada masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, BKKBN memandang penting kemitraan dengan berbagai pihak,” terang Hasto dalam siaran pers ‘Hari Kontrasepsi Sedunia’ Minggu (27/9/2020).

Terkait dengan meningkatnya angka kelahiran di Indonesia selama pandemi Covid-19, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk, Dr.Ir.Dwi Listyawardani atau kerap disapa Dani menjelaskan penyebab angka kelahiran dan pernikahan dini bisa mengalami kenaikan di Indonesia.

Ia menyebut tak hanya masalah beban ekonomi yang dihadapi banyak keluarga saat ini. Masih ada beberapa faktor-faktor lain yang membuat masyarakat nekat untuk melakukan pernikahan dini. Padahal fenonema pernikahan dini sangat dilarang oleh pemerintah.

“Ada juga anak muda yang ingin menikah dini untuk melepas stres dan lainnya. Pernikahan pada usia anak ini tidak boleh karena ini masuk dalam kekerasan pada anak. Jadi kami terus mengupayakan pada masyarakat supaya hal ini tidak terjadi,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini