Kasus Covid-19 Turun, Protokol Kesehatan Tetap Harus Dilakukan Sekalipun di Rumah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 28 September 2020 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 481 2284744 kasus-covid-19-turun-protokol-kesehatan-tetap-harus-dilakukan-sekalipun-di-rumah-ozQzhgfrav.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Angka pertambahan kasus positif Covid-19 mengalami penurunan pada Minggu, 27 September 2020, dari 4000-an kasus menjadi 3.874 kasus. Hal ini tentunya memberi napas segar bagi masyarakat.

Secara berturut-turut sejak 21 September hingga 26 September, angka pertambahan kasus positif Covid-19 di kisaran 4000-an. Angka paling tinggi terjadi pada 25 September dengan kenaikan sebanyak 4.823 kasus. Beriku data lengkapnya; Pada 21 September (4.176), 22 September (4.071), 23 September (4.465), 24 September (4.634), 25 September (4.823), dan 26 September (4.494).

Berbicara pada media, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa salah satu faktor yang membuat tren kasus positif menurun ialah kebijakan yang efektif dari semua daerah di Indonesia. Jika kebijakan tersebut dipatuhi dan ditaati semua orang, maka besar kemungkinan kasus corona menjadi turun.

WFH

Dia menegaskan, kebijakan yang mesti dipatuhi itu antara lain work from home (WFH) hingga testing dan tracing. Ia pun menambahkan, faktor lainnya ialah pembatasan mobilitas penduduk.

Terlepas dari terjadinya tren penurunan angka kasus, masyarakat tetap harus menjalankan protokol kesehatan. Belum lama ini bahkan pemerintah meminta agar semua orang tetap menggunakan masker saat berada di dalam rumah. Pernyataan ini disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Puspayoga.

Baca Juga : Wika Salim Tampil Shining Pakai Dress, Netizen: Kinclong Kayak Batu Giok!

Ia pun menyoroti arahan Presiden Joko Widodo yaitu Kementerian PPPA harus lebih masif mengampanyekan secara masif mengenai pentingnya menjalankan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Terlebih, kluster keluarga pun bermunculan belakangan ini.

"Berkaitan dengan kluster keluarga, memang ada beberapa hal penting yang jadi perhatian bahwa kunci disiplin mematuhi protokol kesehatan itu tidak hanya pada saat keluar rumah, tapi kami sarankan untuk tetao makai masker di dalam rumah," kata Bintang, belum lama ini. "Apalagi di dalam keluarga ada kelompok rentan, seperti balita atau lansia," sambungnya.

Selain tetap memakai masker, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pernah menyampaikan beberapa poin penting yang mesti dilakukan masyarakat saat berada di dalam rumah, terlebih jika Anda satu rumah dengan anggota keluarga terinfeksi Covid-19. Berikut poin-poinnya:

1. Alokasikan kamar terpisah dengan ventilasi yang memadai di rumah yang memungkinkan anggota rumah terpisah dari kamar lain.

2. Jaga jarak minimal satu meter dari anggota keluarga.

3. Anggota rumah tangga lainnya harus menggunakan kamar mandi terpisah. Jika berbagi kamar mandi bersama, pembersih kamar mandi, pegangan pintu, dan peralatan mandi dengan sabun dan air

4. Minimalkan pengunjung rumah, sebaliknya tidak usah berinteraksi dengan pengunjung manapun

Cuci Tangan

5. Sering mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya 20 detik. Selain itu diimbau juga menjaga kebersihan tangan berbasis alkohol di tempat-tempat di mana fasilitas cuci tangan tidak memadai.

6. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci.

7. Orang rumah yang dikarantina diharapkan sering mengukur suhu tubuh menggunakan alat ukur setidaknya dua kali sehari. Bila timbul demam, batuk, sulit bernapas, sakit tenggorokan, sakit badan dan nyeri, termasuk gejala flu, segera cari pertolongan terdekat.

8. Setelah digunakan, masker wajah sekali pakai harus dibuang dengan benar tanpa digunakan kembali.

9. Gunakan peralatan makan seperti, gelas minum, cangkir, peralatan makan, handuk, alas tidur, dan barang-barang lain secara terpisah dengan orang lain.

10. Peralatan makan, seprai, dan pakaian harus dicuci dengan sabun dan air.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini