Studi: Pemilik Perut Buncit Berisiko Mati Muda

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 29 September 2020 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 481 2285613 studi-pemilik-perut-buncit-berisiko-mati-muda-cCYOdjISvC.jpg Perut buncit berisiko mati muda (Foto : Medicaldaily)

Membiarkan lemak terus menumpuk di perut hingga membuncit membuat Anda rentan terserang penyakit. Bahkan, studi terbaru mengatakan, pemilik perut buncit berisiko mati muda.

Lemak yang tersimpan di sekitar perut adalah indikator kuat adanya penyakit di dalan tubuh dan berkolerasi dengan kematian dini. Laporan tersebut menggabungkan data lebih dari 2,5 juta orang di seluruh dunia.

Studi terbaru ini adalah yang terbesar di jenisnya dan mendukung penelitian sebelumnya yang menunjuk pada lemak perut secara khusus sebagai tanda awal penyakit seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Dari laporan hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal BMJ, jenis lemak yang ada di perut adalah metrik yang lebih baik daripada berat badan atau indeks massa tubuh untuk menentukan hasil kesehatan.

Poin penting yang ditemukan peneliti dalam studi ini adalah pengungkapan bahwa ukuran pinggul dan paha yang tebal dikaitkan dengan risiko kematian dini yang lebih rendah.

Studi kolaboratif yang dilakukan para peneliti di Kanada dan Iran itu mencangkup 72 studi sebelumnya dengan pelaporan lebih dari 2,5 juta peserta interasional, beberapa di antaranya berkontribusi hingga 24 tahun.

Baca Juga : Cantiknya Amanda Manopo Pakai Dress Kupu-Kupu, Bang Billy: Baby I Like It

Selama waktu itu, mereka diminta untuk melaporkan berbagai faktor kesehatannya dan melacak setidaknya tiga metrik berbeda untuk apa yang oleh penulis penelitian disebut 'kegemukan sentral', termasuk rasio pinggang-pinggul dan ukuran tubuh.

Hasil keseluruhan dari analisis mereka menunjukkan bahwa hampir semua peningkatan lemak perut dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi dari semua penyebab kematian yang berarti kematian karena alasan apa pun yang terkait dengan penyakit.

"Peningkatan 4 inchi pada lingkar pinggang akan menyebabkan lonjakan 11 persen pada semua penyebab kematian. Di sisi lain, tingkat kenaikan yang sama di pinggul dikaitkan dengan penurunan 10 persen pada mati muda, dan kenaikan 2 inchi di paha menurunkan risiko sebesar 18 persen," hasil studi tersebut.

Di penelitian ini para penulis menegaskan bahwa mereka tidak dapat menyimpulkan mengapa lemak perut tampak sangat mematikan. Penelitian lain menunjukkan bahwa lemak visceral, lemak yang terkumpul di sekitar lapisan organ perut, mungkin menjadi faktor utama dan itu sulit dikenali bahkan untuk dokter.

"Seseorang mungkin tidak terlihat kelebihan berat badan atau bahkan terlihat seperti buncit. Sebab, ada beberapa orang yang secara genetik cenderung menyimpan lebih banyak lemak di sekitar perutnya," kata Dr Rekha Kumar, ahli endokrinologi di Weill Cornell Medicine dan New York-Presbyterian.

Perut Buncit

Dikatakan dalam laporan tersebut, kedepannya laporan itu akan menyarankan bahwa ukuran kegemukan sentral harus digunakan sebagai indikator tambahan dari mati muda.

Mengenai cara mencegah perut buncit, daktor genetik memainkan peran besar. Namun, Kumar menyarankan untuk diet rendah karbohidrat dan gula, ditambah cukup tidur dan olahraga. Gaya hidup sehat seperti itu terbukti mengurangi lemak perut. "Kurangi alkohol juga bisa jadi solusi yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi lemak perut," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini