5 Tips Mencegah Stroke, Dicoba Yuk

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 481 2286123 5-tips-mencegah-stroke-dicoba-yuk-cgv4m8dzGc.jpg Olahraga teratur untuk mencegah stroke (Foto: CLH)

Stroke menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian ketiga di Amerika Serikat (AS). Penyakit ini menyerang sekira 700.000 orang AS setiap tahunnya. Stroke dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, sebab semua orang memiliki risiko stroke.

Direktur Divisi Gangguan Serebrovaskular di University of Iowa, dr. Harold P. Adams, M.D mengatakan, beberapa dari risiko stroke berada di luar kendali manusia. Beberapa di antaranya adalah riwayat keluarga, usia, ras, dan jenis kelamin. Selain itu gaya hidup yang dilakukan sekarang juga dapat memengaruhi kemungkinan terkena stroke.

Oleh sebab itu, dr. Harold pun merekomendasikan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah risiko terkena serangan stroke. Melansir dari Brain and Life, Rabu (30/9/2020), berikut ulasannya.

 terkena gelaja stroke

1. Kenali gejala stroke

Dokter Adams menjelaskan bahwa gejala peringatan stroke cenderung singkat dan datang secara tiba-tiba. Namun gejala tersebut dapat terlihat dengan jelas.

“Bicara cadel atau tidak bisa dipahami, kehilangan penglihatan di satu atau kedua mata, ketidakseimbangan buruk atau rasa berputar, sakit kepala yang luar biasa parah, merasa lemah, mati rasa, serta kekakuan bagian tubuh seperti wajah, lengan, atau kaki,” terang dr. Adams.

2. Ketahui kondisi tubuh

Ahli saraf Victor, dr. Philip B. Gorelick, M.D., menyarankan pasien untuk merawat diri mereka sendiri. "Pasien harus mengetahui tekanan darah sistolik dan diastolik, kadar kolesterol, kadar gula darah, berat badan, asupan kalori harian dan jumlah menit mereka berolahraga setiap hari,” terang dr. Philip.

Pasien berisiko lebih tinggi terkena stroke jika mereka kelebihan berat badan atau memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, atau peningkatan kadar kolesterol.

Baca juga: Cantiknya Kahiyang Ayu Jadi Peri Bunga, Netizen: Princess-nya Pak Jokowi

 

3. Mengubah diet

Para ahli sepakat bahwa pola makan yang sehat dapat membantu memperbaiki risiko mengalami stroke. Dokter Gorelick menyarankan untuk mengonsumsi ikan, buah-buahan, dan sayuran. Untuk menjaga agar jumlah makanan yang dia makan pada tingkat yang wajar, disarankan menggunakan piring salad kecil saat makan malam.

Untuk makan siang saat dalam perjalanan, ia menyarankan untuk mengonsumsi sandwich rendah lemak dan kalori.

4. Mulailah aktif

Setiap ahli saraf mengatakan berolahraga secara teratur adalah cara yang bagus untuk tetap bugar dan mengurangi stres. Meskipun seseorang memiliki keterbatasan fisik, tapi harus ada cara untuk berolahraga. Mengangkat beban ringan, dan melakukan senam tiga atau empat kali seminggu, bisa menjadi pilihan yang tepat.

"Saya mempraktikkan apa yang saya jelaskan. Saya berjalan dari tempat kerja dan telah bersepeda lebih dari 1.400 mil tahun ini,” kata dr. Adams.

Jika Anda pernah mengalami stroke, tanyakan kepada dokter Anda sebelum memulai program olahraga.

5. Berhenti merokok

Risiko stroke pada perokok berat yang mengonsumsi lebih dari dua bungkus rokok sehari adalah dua kali lipat dari perokok ringan yang mengonsumsi rokok kurang dari setengah bungkus per hari. Risikonya turun secara signifikan dua tahun setelah Anda berhenti, dan mencapai level bukan perokok setelah lima tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini