Ketahui Bahaya Tidur Kurang dari 8 Jam Semalam

Rabu 30 September 2020 23:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 481 2286452 ketahui-bahaya-tidur-kurang-dari-8-jam-semalam-KKFltCBmNx.jpg (Foto: Health Line)

Mungkin kita pernah mengalami kesulitan tidur di malam hari. Padahal, besok harus menjalani aktivitas di pagi hari. Kita menyadari bahwa tidur malam kita kurang dari 8 jam.

Dikutip dari Science Daily, menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of American College of Cardiology, orang-orang yang tidur kurang dari enam jam dalam semalam mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dan peningkatan risiko kematian dini dibandingkan dengan mereka yang tidur antara tujuh dan delapan jam.

Hal ini terjadi karena kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko aterosklerosis atau penumpukan plak di arteri seluruh tubuh. Kita tahu penyakit kardiovaskular masih menjadi masalah utama yang harus diperangi. Oleh karena itu, banyak cara telah dilakukan untuk mencegah dan mengobatinya, di antaranya menggunakan beberapa pendekatan, termasuk obat-obatan, aktivitas fisik, dan diet.

“Tetapi penelitian ini menekankan bahwa kami harus memasukkan tidur sebagai salah satu senjata yang kami gunakan untuk memerangi penyakit jantung, terlebih lagi tidur merupakan kegiatan yang kita lakukan setiap hari," kata José M. Ordovás, PhD, peneliti di Centro Nacional de Investigaciones Cardiovasculares Carlos III (CNIC).

Selain meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, penelitian ini juga pertama kalinya menunjukkan, tidur yang diukur secara obyektif terkait secara independen dengan aterosklerosis di seluruh tubuh, bukan hanya di jantung.

Penelitian ini telah melibatkan 3.974 karyawan bank di Spanyol dari PESA CNIC-Santander Study, yang dipimpin oleh kepala editor JACC, Valentin Fuster, MD, PhD, menggunakan teknik pencitraan untuk mendeteksi prevalensi dan laju perkembangan lesi vaskular subklinis di sebuah populasi dengan usia rata-rata 46 tahun. Semua peserta ini mengenakan actigraph, perangkat kecil yang terus-menerus mengukur aktivitas atau gerakan, selama tujuh hari untuk mengukur kualitas tidur mereka.

Penelitian ini menemukan, ketika faktor-faktor risiko tradisional untuk penyakit jantung dipertimbangkan, peserta yang tidur kurang dari enam jam adalah 27 persen lebih tinggi kemungkinannya untuk mengalami aterosklerosis di seluruh tubuh dibandingkan dengan mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam. Kualitas tidur ditentukan oleh seberapa sering seseorang terbangun pada malam hari, dan frekuensi gerakan selama tidur yang mencerminkan fase tidur.

 Orang-orang yang tidur kurang dari enam jam dalam semalam mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Yuk Bikin Puding Strawberry Yogurt untuk Camilan Sehat

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini