Studi: Bukan Cuma Perempuan, Pria Juga Pertimbangkan Harga Sebelum Membeli

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 612 2286300 studi-bukan-cuma-perempuan-pria-juga-pertimbangkan-harga-sebelum-membeli-o82OYPLS1V.jpg Pergi berbelanja (Foto: Delish)

Ada anggapan di masyarakat yaitu perempuan membeli barang pertimbangan utamanya adalah harga. Beda dengan pria yang katanya tak pernah mempermasalahkan harga, karena asal sudah pas di hati, pasti dibeli.

Pernyataan tersebut ternyata keliru. Sebab, menurut penelitian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), antara laki-laki dan perempuan, ternyata faktanya sama-sama mempertimbangkan harga sebelum membeli barang, dalam hal ini membeli pangan dalam kemasan.

 pertimbangan pembelian

"Mau laki-laki atau perempuan, sebelum membeli pangan olahan, pertimbangan pertamanya adalah harga," kata Dr Rimbawan, Akademisi Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor, dalam Webinar Cara Cerdas Memilih Produk Pangan dengan Logo #PilihanLebihSehat , Rabu (30/9/2020).

Ia melanjutkan, tapi pada indikator penentu pembelian selanjutnya, laki-laki dan perempuan punya perbedaan pilihan. Laki-laki mempertimbangkan kehalalan produk, sedangkan perempuan menyoal kapan kadaluwarsa produk tersebut.

"Ya, perempuan menentukan untuk membeli produk olahan berdasar tanggal kadaluwarsa dan informasi nilai gizi. Wajar, karena perempuan bertanggung jawab pada pangan anggota keluarga," katanya.

Begitu juga dengan laki-laki, indikator kehalalan suatu produk olahan menjadi poin penting kedua setelah harga. Ini pun berkaitan dengan tanggung jawab pria di keluarga, yaitu memastikan kehalalan dan ketoyiban dari pangan keluarganya.

Jika diperluas lagi, peneliti coba merangkum bahwa ada 4 hal yang menjadi pertimbangan seseorang sebelum membeli pangan olahan, yaitu harga, masa kadaluwarsa, informasi nilai gizi, dan kehalalan produk.

Di penelitian yang dilakukan pada Agustus 2018 ini, Rimbawan menemukan hal mengejutkan yaitu dari 400 subjek studi, hanya sedikit sekali yang memang melihat label di kemasan. Frekuensinya ialah hanya 21 orang yang selalu melihat label sebelum membeli, lalu 101 orang sering, dan 277 jarang.

 Baca juga: Cantiknya Kahiyang Ayu Jadi Peri Bunga, Netizen: Princess-nya Pak Jokowi

Data tersebut menjadi gambaran bahwa masyarakat memang belum semuanya teredukasi dengan baik soal label dalam kemasan ini. Padahal, dari label tersebut, Anda bisa memastikan asupan gizi yang akan dikonsumsi anggota keluarga.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini