Selamat Hari Batik! Ini Sejarahnya hingga Jadi Warisan Budaya Dunia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 02 Oktober 2020 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 194 2286903 selamat-hari-batik-ini-sejarahnya-hingga-jadi-warisan-budaya-dunia-vBZqVeqQJ4.jpg Batik Warisan Budaya Dunia dari Indonesia (Foto: Infobatik)

Batik merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki tempat khusus di negara ini. Bahkan setiap 2 Oktober, Indonesia merayakan Hari Batik Nasional. Perayaan tersebut tentunya sebagai bentuk apresiasi lahirnya keindahan di atas selembar kain.

Kelahiran batik di Indonesia diketahui berkaitan dengan berkembangnya karajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan di masa kerajaan Mataram, kemudian berlanjut ke masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Waktu terus berjalan, batik pun akhirnya dimiliki rakyat Indonesia secara utuh, bukan lagi hanya ada di lingkup kerajaan. Bahkan, di tanah Jawa sendiri, batik mulai dikenal luas oleh rakyat pada abad ke-18 atau awal abad ke-19.

Batik

Di awal penciptaannya, hanya ada satu jenis batik yaitu batik tulis. Tapi, kemudian berkembang hingga batik cap muncul setelah perang dunia pertama atau sekitar 1920.

Menurut laman Jabarprov.go.id, batik pun hadir seirama dengan penyebaran ajaran Islam di Indonesia. Diketahui, banyak daerah pusat batik di Jawa itu dipenuhi para santri dan kemudian Batik menjadi alat ekonomi para tokoh pedagang Muslim di masa penjajahan Belanda.

Batik

Baca Juga : Kisah Cinta Iriana dan Presiden Jokowi yang Berawal dari Semangkuk Bakso

Keindahan batik kala itu hanya bisa dinikmati keluarga raja-raja Indonesia. Jadi, pembuatan batik dan penggunaannya hanya ada di area kraton. Tapi, karena banyak pengikut raja yang membawa batik keluar kraton, sehingga masyarakat jadi tahu keindahan batik.

Ya, lama kelamaan batik dikenal luas oleh banyak orang. Bahkan, eksistensinya meluas hingga ke pelosok desa, hingga akhirnya muncullah pekerja pembuat batik di rumah tangga untuk mengisi waktu luang. Dari situ juga akhirnya kesan batik hanya milik keluarga kraton, berubah jadi milik rakyat Indonesia.

Berjalannya waktu, eksistensi batik pun dikenal dunia. Sampai-sampai UNESCO menyatakan batik sebagai warisan dunia yang perlu dilestarikan.

11 Tahun Lalu, UNESCO Akui Batik Sebagai Warisan Dunia

Ya, sudah 11 tahun batik ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Penetapan tersebut tepatnya dilangsungkan pada 2 Oktober 2009. Drai situ jugalah akhirnya lahir yang namanya 'Hari Batik Nasional'.

Mnegutip dari laman UNESCO, ada alasan mengapa UNESCO menetapkan batik sebagai warisan dunia, yaitu teknik, simbolisme, dan budaya yang ada di dalam batik dianggap melekat dengan kebudayaan Indonesia. Bahkan, UNESCO menilai masyarakat Indonesia memaknai batik dari proses kelahiran hingga kematian.

Batik

Benar, masyarakat Indonesia begitu dekat dengan batik. Sedari mereka dilahirkan, kebanyakan orangtua akan menggunalkan kain batik sebagai selimut si bayi, pun juga dalam momen menggendong.

"Kain batik yang dihiasi dengan simbol-simbol yang dirancang khusus itu dipercaya membawa keberuntungan bagi anak yang baru lahir maupun orang yang sudah meninggal," tulis UNESCO.

Batik

Menakjubkannya lagi, batik pun hadir di aktivitas sehari-hari, baik masyarakat desa maupun kaum urban. Ya, Anda bisa menemukan batik di lingkungan bisnis dan akademis, tetapi batik pun bisa dilihat di gang-gang kecil di pedesaan. Seluarbiasa itu peran batik menyatukan bangsa Indonesia.

Belum berhenti di situ, batik pun terlihat di porsesi pernikahan, pertunjukan teater boneka, maupun bentuk seni lainnya. Kain yang sangat indah itu pun bisa Anda temui di berbagai ritual yang ada di Indonesia.

Batik

UNESCO juga mengagumi bagaimana batik yang ada di Indonesia itu memiliki pola gambar yang beragam. Bukan hanya itu, warna yang tersaji di atas kain pun sangat beragam dan kesemuanya itu punya maknanya sendiri. Bahkan, ada beberapa motif batik yang terpengaruh budaya Arab, Eropa, maupun China.

"Beberapa keluarga mewariskan batik dari satu generasi ke generasi lain. Ini menjadi identitas budaya Indonesia dan lewat makna simbolis, warna, atau desain yang ada di batik tersebut, mengekspresikan kreativitas dan spiritualitas bangsa Indonesia," ungkap UNESCO.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini