Studi: Virus Corona Menyebar di Bus Ber-AC

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 10:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 481 2286594 studi-virus-corona-menyebar-di-bus-ber-ac-hIMGmrQlap.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Informasi mengenai penyebaran virus corona melalui udara semakin terlihat titik terangnya. Studi terbaru menjelaskan bahwa material virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19 tetap ditemukan di dalam bus ber-AC.

Ya, peneliti dari University of Georgia mendukung bukti yang berkembang terkait dengan virus corona bisa menyebar melalui udara di ruang tertutup. Jadi, studi ini menghubungkan antara wabah Covid-19 dengan kasus pasien positif sesama pengendara bus ber-AC.

"Kemungkinan penularan melalui udara telah lama dicurigai, tetapi dengan bukti empiris yang terbatas. Studi kami memberikan bukti epidemiologi penularan jarak jauh yang kemungkinan besar ditularkan melalui udara," kata Ye Shen, profesor epidemiologi dan biostatistik di UGA's College of Public Health dan penulis utama studi ini.

Dalam laporan tersebut, dijelaskan bahwa sebagian besar penularan Covid-19 melalui droplet kontak dekat masih jadi penyebab utamanya. Namun, jarak sosial dan cuci tangan yang diterapkan tidak efektif mencegah penularan secara global. "Karena kasus Covid-19 masih terus bertambah setiap harinya," tulis peneliti, dikutip dari Hindustan Times.

Shen dan rekan penulisnya bekerja dengan ahli epidemiologi dari dua Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit regional di China untuk melacak infeksi setelah diadakan acara luar ruangan yang dihadiri banyak orang di provinsi Zhejiang. Setelah acara tersebut dihelat, ditemukan banyak pasien positif Covid-19.

Dari kasus tersebut, peneliti menemukan fakta bahwa beberapa peserta ternyata datang ke acara dengan naik bus dan itu menciptakan eksperimen alam yang unik bagi peneliti.

"Kedua bus menutup jendela karena AC diaktifkan," terang Changwei Li, ahli epidemiologi di Universitas Tulane dan rekan penulis studi. Ditemukan bahwa satu dari dua bus tersebut membawa pasien Covid-19, satunya tidak.

 Informasi mengenai penyebaran virus corona melalui udara semakin terlihat titik terangnya.

Baca juga: Seseorang Rentan Terinfeksi Covid-19 karena Kelebihan Lemak dalam Tubuh

Analisis pun dilakukan dan diketahui bahwa pasien yang terinfeksi Covid-19 berada di satu bus yang sama dengan pasien konfirmasi positif yang tidak tahu jika dirinya terinfeksi. Dari kasus ini, peneliti menarik kesimpulan bahwa bus ber-AC adalah titik transmisi utama penyebaran Covid-19.

Fakta mengejutkan lainnya, berdasar penjelasan orang yang terinfeksi Covid-19, dia tidak duduk berdekatan dengan pasien Covid-19 yang sudah terinfeksi lebih dulu. Ini membuktikan juga bahwa virus bisa 'terbang' di udara dalam bus dan masuk ke sistem pernapasan orang lain dan menginfeksi meski jaraknya tidak dekat.

Dari studi ini, Shen dan Li berharap agar masyarakat yang menggunakan transportasi publik untuk patuh menggunakan masker dengan benar, terutama di kendaraan yang ber-AC. "Studi ini sangat penting untuk menekan penyebaran Covid-19 di masyarakat," kata Shen.

"Temukan kami memberikan penegasan bahwa pakai masker di ruangan tertutup berventilasi buruk sangat penting dalam upaya pencegahan infeksi Covid-19," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini