Novita Yunus Kenalkan Batik 'Brush' di Koleksi Lawang Sewu

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 02 Oktober 2020 20:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 194 2287594 novita-yunus-kenalkan-batik-brush-di-koleksi-lawang-sewu-rzsqjl2S9Z.jpg Batik koleksi Novita Yunus (Foto : Instagram/@yunus.novita)

Desainer Indonesia yang fokus pada penggunaan kain wastra selalu punya cara untuk membuat setiap kain terlihat kekinian, tanpa meninggalkan keindahan dari kain itu sendiri. Begitu juga yang coba dilakukan Novita Yunus.

Desainer yang memberi fokus pada kain batik itu melakukan eksperimen dengan membuat batik 'brush'. Sesuatu yang terdengar baru dan menarik perhatian pastinya.

Menurut Novita Yunus, jenis batik yang ia buat itu seperti memberi variasi pada jenis-jenis batik yang sudah ada, tulis dan cap. Selain itu, batik brush dinilai cocok untuk pasar anak muda maupun mereka yang sudah dewasa.

Batik

"Ini cara kami terus mempertahankan eksistensi batik di Indonesia. Kami pun coba memperlihatkan kepada anak-anak muda sekarang bahwa batik pun bisa masuk ke selera mereka," terang Novita Yunus, dalam Tolkshow Instagram Live, Jumat (2/10/2020).

Batik brush itu dia terapkan dalam koleksi terbarunya yang dinamakan 'Lawang Sewu'. Penentuan nama itu pun dilihat dari bentuk atau motif yang dihasilkan ukiran dari brush itu sendiri. "Jadi, pas dilihat-lihat, kok motif yang muncul mirip dengan gambar pintu, yasudah kami beri nama koleksinya Lawang Sewu," ungkapnya.

Baca Juga : 5 Gaya Hijab Batik Laudya Cynthia Bella, Anggun dan Cantik!

Alasan lain dari penamaan Lawang Sewu di koleksi terbaru itu pun menurutnya punya dua maksud. Pertama, Batik Chic ini sekalian memberi tahu kepada pencinta mode muda bahwa di Indonesia itu ada bangunan ikonik di Semarang yang bernama Lawang Sewu.

"Kalau alasan satunya lagi, ketika mendengar kata Lawang Sewu, kesannya kan Indonesia banget. Jadi, yasudah kami gunakan nama itu untuk koleksi ini," tambah Novita.

So, apa bedanya batik brush dengan jenis batik lainnya?

"Sejatinya tidak jauh berbeda dengan batik tulis. Jadi, kain polos kemudian diaplikasikan lilin. Nah, di sini perbedaannya, biasanya pakai canting, sekarang pake brush. Ini memudahkan pengrajin, tapi hasil motif yang terlihat sangat kekinian. Tahapan selanjutnya, sama seperti membuat batik pada umumnya," paparnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini