Obat Remdesivir untuk Obati Pasien Covid-19 akan Berbentuk Ampul

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 03 Oktober 2020 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 612 2287855 obat-remdesivir-untuk-obati-pasien-covid-19-akan-berbentuk-ampul-r6fgQEgBWu.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

OBAT Covifor yang mengandung Remdesivir telah mendapat restu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sebagai obat bagi pasien Covid-19. Meski demikian, obat ini masih akan melalui tahap uji klinis.

Obat Covifor sendiri sejatinya sudah melalui uji klinis yang ketat. Tapi, peraturan yang diberikan Badan POM untuk melakukan uji klinis lagi di Indonesia harus dijalani.

Diutarakan Vice President Distribution Sales and Marketing PT Parit Padang Global (PPG) Edwin Vega Darma, pendistribusian obat Covifor dipastikan melalui sejumlah mekanisme, salah satunya Covifor hanya didistribusikan ke rumah sakit rujukan Covid-19.

"Selain itu, obat pun didistribusikan ke Dinas Kesehatan dan instansi yang memang ditunjuk oleh pemerintah. Hal ini karena Covifor berbentuk ampul (injeksi) yang penggunaannya harus langsung di bawah penanganan dokter," papar Edwin.

Menambahkan, Country Manager of PT Amarox Pharma Global, Sandeep Sur, pendistribusian obat Covifor yang mengandung zat Remdesivir, akan dilakukan oleh PT Parit Padang Global.

"Uji klinis tersebut akan dilakukan Oktober ini dan melibatkan 25 pasien Covid-19 dengan kondisi parah. Durasi penelitian ialah tiga bulan," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone.

Covifor sendiri merupakan obat Covid-19 dari India yang mengandung zat Remdesivir. Penggunaannya untuk emergensi pada pasien Covid-19 usia dewasa dan remaja (usia 12 tahun lebih) yang memiliki berat badan 40 kg atau lebih. Lalu, penerima obat ini hanya pasien kategori berat yang dirawat di rumah sakit.

Kandungan zat Remdesivir yang ada di Covifor dipercaya dapat menghambat replikasi virus. Dengan kemampuan tersebut, diharapkan pasien penerima Remdesivir memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi karena keparahannya dapat ditekan.

Covifor pun diketahui sudah digunakan untuk mengobati infeksi virus HIV, Hepatitis B, dan Hepatitis C. Lalu, diketahui juga bahwa obat ini bukan hanya didistribusikan ke Indonesia, melainkan ke 126 negara di dunia, seperti Amerika Latin, Asia, Afrika, Rusia, dan lainnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini