5 Mitos Kanker Payudara, Benarkah Tak Pakai Bra Jadi Pemicu?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 03 Oktober 2020 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 03 612 2287947 5-mitos-kanker-payudara-benarkah-tak-pakai-bra-jadi-pemicu-7FFX9jyc0h.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MESKI edukasi terus dilakukan tanpa bosan, masih banyak masyarakat yang meyakini beberapa pandangan keliru soal kanker payudara. Sebut saja anggapan tidak pakai bra lebih menyehatkan atau soal besi di bra yang memicu tumbuhnya sel kanker.

Pernyataan-pernyataan ini tentunya harus diluruskan agar tidak ada lagi pemahaman yang keliru. Nahasnya, pemahaman tersebut bahkan membahayakan untuk orang banyak, khususnya bagi pasien kanker payudara itu sendiri.

So, di artikel ini Dokter Onkologi Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP, coba menjawab 5 mitos yang masih ada di masyarakat soal kanker payudara. Berikut ulasan lengkapnya:

Tidak pakai bra lebih aman

Menurut Prof Aru, sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa penggunaan bra meningkatkan risiko kanker payudara. "Jadi, tidak ada itu hubungannya pakai atau tidak pakai bra dengan risiko kanker payudara," katanya.

Kanker Payudara

Besi di bra picu pertumbuhan sel kanker

Soal besi di bra, Prof Aru pun menegaskan bahwa itu pun tidak memberi pengaruh pada pertumbuhan sel kanker di payudara. Jadi, jawabannya mitos.

Tahi lalat di payudara jadi tanda kanker

Dikatakan Prof Aru, hal yang berkaitan dengan tahi lalat itu lebih tepatnya mengarah ke kanker kulit, bukan kanker payudara meski letak tahi lalatnya di payudara.

Nah, kalau situasinya tahi lalat tersebut membesar, Prof Aru menekankan itu bisa jadi gejala melanoma. "Kalau tahi lalatnya membesar dan pinggirannya meradang atau muncul kemerahan, itu bisa jadi tumor ganas. Harus dicek ke dokter, ya," katanya.

Vegan terbebas dari kanker payudara

Untuk hal ini, kata Prof Aru, dia bisa mengatakan bahwa mengonsumsi tinggi sayuran dan buah memang meminimalisir risiko kanker. Namun, pada kasus pasien kanker payudara yang sudah berhasil melewati proses pengobatan, dia tidak menyarankan untuk kemudian jadi vegan.

"Sesudah pengobatan, saya selalu katakan bahwa mulai sekarang cara makan usahakan ke arah vegetarian tapi bukan jadi vegan. Sebab, tubuh Anda tetap perlu protein dari makan ikan atau daging merah (2 minggu sekali), atau telur setiap hari," paparnya.

Minum kopi picu kanker payudara

Prof Aru menegaskan bahwa kanker tidak dipicu oleh kafein. Jadi, buat pasien kanker payudara, kalau Anda mau minum kopi, ya, tidak masalah. "Tapi, jangan kopi instan karena itu enggak ada gunanya. Saya sarankan minum kopi yang enak," terangnya.

Bagaimana dengan teh? Kata Prof Aru, minum teh diperbolehkan. Bahkan, teh adalah salah satu bahan makanan yang dipercaya dapat mencegah kanker, apalagi teh hijau.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini