Anak Saksi Mata Pembunuhan, Psikolog: Penyembuhan Traumanya Cenderung Lama

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 481 2288504 anak-saksi-mata-pembunuhan-psikolog-penyembuhan-traumanya-cenderung-lama-zzDpALKxVg.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Akan sangat merugikan bagi seorang anak ketika dia jadi saksi mata pembunuhan. Bukan sekadar trauma berkepanjangan, tetapi juga penyembuhannya yang tidak sebentar.

Ini menjadi pembelajaran untuk semua orangtua untuk selalu mengawasi anaknya. Sebab, ketika si anak terlibat dalam proses pembunuhan, maka bayang-bayang kelam tersebut bisa akan selamanya ada di dalam memori.

Anak Trauma

Psikolog Klinis Meity Arianty menjelaskan bahwa ketika seseorang menjadi saksi mata pembunuhan, terlebih anak-anak, perlu dilakukan yang namanya trauma healing atau proses penyembuhan pascatrauma yang dilakukan agar seseorang dapat terus melanjutkan hidupnya tanpa bayang-bayang kejadian tersebut.

"Sehingga biasanya kalau kita membicarakan trauma healing, maka biasanya diperuntukan buat membantu penyembuhan trauma tertentu," katanya pada Okezone melalui pesan singkat, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Potret Cantik Naomi Zaskia Mantan Kekasih Sule Pakai Bikini

Pada kasus saksi mata pembunuhan, Mei yang mempelajari teknik psikotraumatologi menyarankan agar orang yang mengalami trauma mendapatkan terapi, salah satunya dengan teknik stabilisasi emosi.

"Teknik yang biasa saya lakukan adalah membantu menghilangkan gejala-gejala trauma yang dialami individu. Tapi, yang harus dipahami adalah respons setiap orang akan berbeda terhadap pengalaman traumatiknya, sehingga akan mudah membantu mengatasi traumanya," tambahnya.

Nah, jika pertanyaannya sekarang apakah beda teknik trauma healing untuk anak-anak dengan orang dewasa, Mei menjelaskan, tentu proses trauma healing pada anak-anak akan lebih sulit, karena psikolog tidak tahu seberapa dalam trauma yang dialami. "Ini karena anak-anak kadang sulit menyampaikan apa yang dia rasakan dan tidak terlihat," sambung Mei.

Soal tekniknya, tentu untuk anak-anak dan orang dewasa itu berbeda. Jadi, kalau untuk anak-anak biasanya akan dibuat 'fun' seperti play terapi, menggambar, dan melakukan hal-hal yang membuat mereka gembira. Kata Mei, itu dilakukan untuk stabilisasi.

Anak Trauna

Sementara itu, trauma healing untuk orang dewasa bisa dengan konseling atau salah satu teknik dalam psikotraumatologi ialah dengan maksud stabilisasi, kemudian membantu memproses ingatan traumatik tersebut.

"Sebagai seorang psikolog, jika menghadapi kasus saksi mata pembunuhan, maka biasanya saya akan mengajak individu tersebut menghadapi peristiwa traumanya dengan menguatkan resource yang dimiliki, bukan menghindari masalah tersebut. Tentu dengan tahapan dalam teknik psikotraumatologi itu sendiri," tutur Mei.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini