Tak Perlu Pakai Nebulizer kecuali Anak Tunjukkan Gejala Asma

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 612 2288683 tak-perlu-pakai-nebulizer-kecuali-anak-tunjukkan-gejala-asma-KheimUtuRG.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

NEBULIZER mungkin menjadi alat wajib yang dimiliki para orangtua yang masih memiliki anak kecil. Biasanya, nebulizer digunakan sebagai solusi terakhir, jika batuk pilek anak tidak juga reda.

Banyak yang percaya, jika si kecil menghirup uap obat dari nebulizer, maka akan lebih cepat sembuh dari sakitnya. Padahal, nebulizer tidak boleh digunakan sembarang waktu.

Spesialis Anak dr Eugenia Pertami, SpA menegaskan, batuk adalah suatu respon normal pada anak, sama halnya saat bersin dan produksi lendir berlebihan. Tidak semua batuk dan pilek harus diuap. Indikasi yang diperbolehkan uap itu pada kasus serangan asma.

nebulizer

"Ketika asma terjadi penyempitan saluran napas, gunanya dari obat uap (inhalasi) fungsinya melebarkan saluran napas," ucap Dokter Tami.

Kalau tidak terjadi serangan asma, biasanya dokter memberikan nasal spray. Nah, saat terjadi serangan asma barulah dokter menyarankan untuk memakai nebulizer. Dia menambahkan, kalau anak mengalami batuk tanpa ada penyempitan saluran napas, biasa tidak perlu diuap. Karena ada efek sampingnya yang bisa dialami si kecil saat diuap.

Meskipun mampu melegakan saluran napas, di sisi lain saat anak diuap, organ tubuh lainnya bisa mengganggu. Misalnya terjadi kontraksi pembuluh darah, gangguan organ jantung, hingga tekanan mata bertambah. "Karena pembuluh darah kontraksi atau menyempit, jadi gampang deg-degan gelisah, juga tekanan bola mata meningkat," ungkapnya.

Rupanya, sambung Dokter Tami, efek samping tersebut bisa muncul karena kandungan obat yang dipakai ke dalam nebulizer. Misalnya adalah obat salbutamol, merupakan golongan beta agonis fungsinya untuk melebarkan pembuluh darah yang sedang bengkak..

Ada juga obat dengan kandungan ipratitoprium bromida, masuk golongan obat-obatan antikolinergik. Obat tersebut diklaim dapat meningkatkan denyut jantung, tensi dan sakit kepala.

Selain mengandalkan nebulizer, tutur Dokter Tami, penanganan batuk yang tepat yakni menggunakan obat lain, seperti yang mengandung mukolitik. Fungsinya yakni untuk mengencerkan dahak yang susah dikeluarkan. "Kalau batuk biasanya ada partikel asing di saluran napas. Jadi tidak semata-mata lendir ada banyak, lalu langsung uap," beber Dokter Tami.

Atau kalau mau lebih simpel lagi, Anda bisa memakai obat cuci hidung. Isinya berupa larutan hipertonik, yang dapat bersihkan saluran pernapasan atas. "Sediannya ada yang tetes dan semprot. Selain mengencerkan lendir, obat ini dapat juga menbersihkan lendir dan lebih aman," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini