India Kembangkan Tes Covid-19 yang Lebih Murah dari Uji Swab di Indonesia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2020 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 481 2289241 india-kembangkan-tes-covid-19-yang-lebih-murah-dari-uji-swab-di-indonesia-8RpaQEzJhk.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akhirnya menetapkan harga Tes Swab Covid-19 mandiri Rp900 ribu. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran nomor HK 02.02/I/3713/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Surat edaran tersebut disahkan Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr Abdul Kadir tertanggal 5 Oktober 2020. Dengan disahkannya SE itu, batasan tarif tertinggi RT-PCR mandiri resmi berlaku dengan batasan tarif tertinggi sebesar Rp900 ribu.

"Batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR termasuk pengambilan swab adalah Rp900 ribu. Batasan tarif tersebut berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan RT-PCR atas permintaan sendiri atau mandiri," kata Kadir melalui siaran pers yang dikutip melalui laman resmi Kemenkes, Selasa (6/10/2020).

Sementara itu, di India muncul tes Covid-19 baru yang dinilai lebih murah dan dianggap bisa memengaruhi negara lain dalam proses pemeriksaan.

Baca Juga : Pesona Cinta Laura Pakai Dress Menerawang, Netizen: Bidadari Salah Tempat Nih!

Menurut laporan New York Post, sekelompok tim ilmuwan di India menciptakan tes Covid-19 yang berpotensi akan digunakan di negara lain. Tes Covid-19 tersebut dinamai 'Feluda'. Dalam laporan BBC, tes Feluda sendiri menggunakan teknologi pengeditan gen untuk mendeteksi virus.

Swab Test

Dijelaskan juga di sana bahwa tes Feluda mulai dipergunakan di India dan dikomersialkan oleh regulator obat India. Alasan mulai dipergunakannya inovasi pengujian ini adalah murah dan cepat.

Feluda sendiri merupakan tes Covid-19 paper-based pertama yang tersedia di pasar. Mirip dengan RT-PCR yang mengandalkan swab, tes Feluda akan hadir dalam kit yang dapat digunakan di rumah dan memberikan hasil dalam waktu kurang dari satu jam.

"Tes ini memberi tahu hasilnya lewat selembar kertas, yaitu dengan dua garis yang dimaknai hasil positif Covid-19. Sementara itu, satu garis biru yang menunjukkan bahwa orang tersebut negatif Covid-19," kata laporan tersebut.

Dijelaskan juga bahwa hadirnya Feluda ini memberi alternatif tes untuk masyarakat yang sederhana, harganya terjangkau, dan karena sudah teruji, tes ini tidak dibatasi oleh mesin dan tenaga kesehatan. "Tes yang ada sekarang begitu memakan waktu dan ini akan memperlambat proses testing," kata rekan pengembang tes, Dr Debojyoti Chakraborty.

Meski mirip dengan PCR Tets yang mahal, tes Feluda ini tidak bergantung pada amplifikasi kimiawi dari materi genetik virus (yang membutuhkan laboratorium). Namun, tes Feluda tersebut menggunakan teknologi yang bernama CRISPR (clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats). Alat tersebut yang mencari dan menguji gen orang untuk serangkaian huruf yang menunjukkan adanya virus.

Swab Test

Terkait dengan harganya, Feluda dikenai harga kurang dari Rp100 ribu. Dalam uji coba penggunaan, tes ini digunakan pada 2.000 pasien. Hasilnya memperlihatkan fakta bahwa tes ini memiliki tingkat akurasi 96 persen untuk tes positif dan tingkat akurasi 98 persen untuk tes negatif.

Ilmuwan di seluruh dunia berharap tes ini akan menjadi alternatif tes yang berharga untuk respons virus corona di India dan berpotensi diadopsi oleh negara lain.

"India memiliki kesempatan untuk menunjukkan nilai tes ini, karena memiliki populasi yang besar," kata peneliti dari Harvard Medical School Dr Stephen Kissler, pada BBC. "Jika kemanjurannya bisa dibuktikan, tes Feluda dapat memiliki manfaat bagi seluruh dunia," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini