Sangat Terobsesi dengan Kekasih? Kenali Gejala Obsessive Love Disorder

Wilda Fajriah, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2020 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 612 2289087 sangat-terobsesi-dengan-kekasih-kenali-gejala-obsessive-love-disorder-DpJ6PT1Lrd.jpg Pacar sangat obsesif dan posesif (Foto: India)

Perasaan jatuh cinta memang sangat menyenangkan dan menggebu-gebu, seolah adrenalin meluap-luap. Seolah tak ingin berpisah dengan sang kekasih, selalu ingin bersamanya setiap menit, setiap detik, hingga berperilaku posesif dan terobsesi kepada kekasih.

Namun ternyata rasa cinta semacam itu bukanlah cinta sejati, itu hanyalah obsesi. Dan seringkali tak disadari oleh pelakunya dan kekasihnya.

Sebenarnya Obsessive Love Disorder (OLD) sangat jauh berbeda dari cinta sejati dalam cara ekspresi dan pemahamannya.

Seseorang yang sangat terobsesi pada sosok yang dicintainya bisa disebut menderita OLD atau gangguan cinta obsesif. Ini mengacu pada kondisi di mana seseorang yang terobsesi berpikir, dia cinta mati dengan kekasihnya padahal sejatinya dia hanya mengalami obsesi saja, tapi tidak sadar.

Melansir Femina India, berikut beberapa tanda-tanda seseorang menderita OLD.

cemburu

1. Takut ditinggalkan

Masalah psikologis yang mengakar atau trauma dalam bentuk apa pun, misalnya mengalami perceraian yang sangat menyedihkan, dapat mendorong seseorang secara tidak sadar untuk mengembangkan ODL. Seseorang jadi sangat takut ditinggalkan dan sangat cemburuan.

2. Sangat butuh cinta dan keterikatan

Trauma yang sangat dalam bisa menyebabkan rasa sangat butuh cinta, keterikatan, dan ditemani terus-menerus. Ini terjadi karena seseorang pernah kehilangan kekasihnya, dan tak ingin kehilangan lagi oleh karena itu dia menjadi obsesif, posesif terhadap kekasih barunya.

3. Erotomania

Erotomania adalah suatu kondisi delusi di mana seseorang percaya bahwa kekasih idamannya juga jatuh cinta kepadanya. Meski faktanya mungkin biasa saja. Kondisi lain seperti gangguan bipolar, skizofrenia, atau konsumsi alkohol berlebihan yang memicu emosi juga dapat menjadi pemicu.

Baca juga: 6 Potret Pevita Pearce Pamer Otot, Netizen: Ditampol Kelar!

4. Punya kondisi kesehatan mental lainnya

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kondisi seperti skizofrenia, gangguan bipolar, dan bahkan depresi bisa menjadi alasan yang signifikan seseorang menderita OLD.

Perasaan sangat kesepian dan perasaan tidak berharga yang merusak kepercayaan diri Anda, perasaan hampa dan kosong ini kemudian membuat Anda sangat bergantung pada pasangan Anda. Akibatnya Anda jadi terkenal OLD.

Gejala-gejala yang harus diperhatikan orang menderita OLD:

- Mudah jatuh cinta dengan seseorang yang baru dikenal, atau bahkan orang asing

- Mengancam pasangan jika mereka ingin putus

- Tidak menerima batasan yang telah disepakati sebelumnya dengan pasangan

- Tidak peduli dengan perasaan dan emosi pasangan

- Menunjukkan perilaku yang sangat posesif terhadap pasangannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini