Pria Ini Ciptakan Furniture Tanpa Lem, Mur dan Baut

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 06 Oktober 2020 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 06 612 2289350 pria-ini-ciptakan-furniture-tanpa-lem-mur-dan-baut-nwWx62EF08.jpg (Foto: Nextshark)

SEORANG pria berusia 63 tahun dari Tiongkok Timur berhasil viral di YouTube setelah membuat video yang menunjukkan keahliannya dalam seni pertukangan tradisional. Pria tersebut bernama Wang Dewen atau biasa lebih dikenal dengan nama Kakek Amu.

Wang telah menciptakan mainan kayu yang rumit untuk cucunya. Hebatnya ia hanya menggunakan kayu tanpa lem, paku atau sekrup. Metode pengerjaan kayu yang dilakukan Wang menggunakan sambungan mortise and tenon yang sama dengan arsitektur yang ada di Kota Terlarang.

Sebagaimana diketahui Kota Terlarang adalah istana kekaisaran China yang paling terpelihara dan terbesar di dunia. Sejauh ini video terpopuler milik Wang menunjukkan waktu dirinya mengerjakan jembatan kayu lengkung. Video tersebut telah ditonton lebih dari 45 juta kali.

Sebagaimana dilansir Next Shark, Senin (5/10/2020), karena keahliannya yang luar biasa, Wang disebut sebagai Lu Ban zaman modern. Lu Ban adalah penemu gergaji China.

Kabarnya kemampuan yang dimiliki oleh Wang telah diperoleh sejak usia 9 tahun. Ia terpaksa harus menguasai teknik tersebut untuk membantu menghidupi keluarganya setelah kematian ayahnya. Dia mulai belajar dari seorang kerabat yang mengajarinya cara membuat pot. Teknik tersebut didapatkan ketika pot yang mereka miliki di rumah rusak.

 Pria berusia 63 tahun dari Tiongkok Timur berhasil viral di YouTube.

“Kami tidak punya uang untuk membeli yang baru, jadi saya bertanya kepada seorang kerabat yang merupakan seorang tukang kayu bagaimana cara membuatnya, dan dia mengajari saya. Dengan kemampuan baru saya, kami telah memasak ubi jalar. Saya sangat senang,” kata Wang.

Wang yang sebagian besar bekerja sebagai petani, tetapi mendapatkan tawaran untuk membuat furnitur dan bahan kayu lainnya saat tidak memiliki kesibukan. Ketika dia pindah untuk tinggal bersama anak-anaknya di Guangxi, mereka melihat kesempatan untuk membagikan bakatnya, budaya pedesaan mereka, dan teknik pertukangan Tiongkok kuno kepada dunia.

Baca juga: Cara Buat Sambal Terasi Praktis dan Mudah, Endes Banget!

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini