Ini Beberapa Kondisi yang Memaksa Ibu Hamil Datang ke Rumah Sakit di Tengah Pandemi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2020 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 481 2289897 ini-beberapa-kondisi-yang-memaksa-ibu-hamil-datang-ke-rumah-sakit-di-tengah-pandemi-ls9W7EQsGF.jpg Ibu hamil (Foto: Mom)

Di tengah pandemi Covid-19, konsultasi masalah kehamilan lewat telemedis memang dianjurkan. Ini dilakukan agar ibu hamil tidak tertular Covid-19 dan melindungi janinnya dengan baik.

Namun ternyata ada kondisi-kondisi tertentu di mana ibu hamil terpaksa harus konsultasi ke rumah sakit.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi RS Pondok Indah - Pondok Indah dr Yassin Yanuar Mohammad, M.Sc., SpOG-KFER menjelaskan, beberapa kondisi yang memang kemudian ibu hamil disarankan datang ke rumah sakit.

 pandemi Covid-19

Adalah bila si ibu muntah hebat, mengalami pendarahan, kontraksi atau nyeri perut hebat, pecah ketuban, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat, tidak merasakan gerakan janin, dan kejang. "Kalau ibu hamil mengalami kondisi seperti ini, disarankan sekali segera ke fasilitas kesehatan," paparnya.

Batasan ini menjadi penting, sambung dr Yassin, demi meminimalisir risiko paparan Covid-19 yang mungkin saja bisa terjadi di saat si ibu memutuskan untuk keluar dari rumahnya. Karena, bagaimana pun akan cukup aman bila si ibu tidak ke mana-mana selama kehamilannya.

"Kami selalu meminta pada semua ibu hamil agar mengurangi keluar rumah, sebaiknya di rumah saja. Tidak hanya untuk si perempuan, tapi suami dan orang yang tinggal bareng ibu hamil pun jika memungkinkan, ya di rumah saja," tambah dr Yassin.

Memanfaatkan telemedis atau berkonsultasi online dengan dokter kandungan juga cukup membantu si ibu. Lagi-lagi dengan tujuan agar meminimalisir risiko terpapar Covid-19.

Meski begitu, ada beberapa pemeriksaan yang memang harus dilakukan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Salah satunya adalah pemeriksaan USG dan pemeriksaan laboratorium.

 Baca juga: India Kembangkan Tes Covid-19 yang Lebih Murah dari Uji Swab di Indonesia

"Selain itu, mengukur tekanan darah, pemeriksaan darah dan urin, penilaian pertumbuhan janin memang harus dilakukan di faskes. Tapi, sudah banyak faskes yang sekarang ini menerapkan konsep sekali waktu, maksudnya ibu hamil saat datang ke faskes, ya, langsung menjalani semua pemeriksaan untuk memaksimalkan waktunya di luar rumah," ungkap dr Yassin.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini