CDC Sebut Covid-19 Airborne, Ini Jarak Aman Antarorang

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2020 20:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 481 2290112 cdc-sebut-covid-19-airborne-ini-jarak-aman-antarorang-fWFzauXgUd.jpg Ilustrasi (Foto : News Medical)

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) setuju dengan pendapat World Health Organization (WHO) yang menyebut penyebaran virus corona Covid-19 bisa terjadi secara airborne.

Itu artinya penyebaran virus corona dapat terjadi melalui udara meskipun seseorang tidak melakukan kontak fisik. Alhasil melakukan social distancing adalah salah satu cara yang paling mudah dilakukan untuk menghindari Covid-19.

Menurut Alternet, Rabu (7/10/2020), secara sederhana, social distancing mengharuskan seseorang untuk berada dengan jarak yang cukup jauh satu sama lainnya dalam upaya menghindari penyebaran virus atau patogen dari manusia ke manusia lainnya.

Jaga Jarak

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan jarak aman social distancing yang diperlukan saat pertemuan massal adalah enam kaki atau sekira 2 meter. Untuk mempermudah penerapan ini di New York beberapa fasilitas publik yang ramai dikunjungi seperti bioskop maupun sekolah diliburkan.

Baca Juga : 4 Potret Chef Renatta saat Tampil Santai, Netizen: Jutek-Jutek Imut!

Beberapa transportasi massal seperti kereta juga sudah banyak ditinggalkan masyarakat terutama pada jam-jam sibuk. Banyak orang yang memutuskan untuk bekerja dari rumah atau naik kendaraan pribadi dengan keluarganya ketimbang harus menggunakan transportasi publik.

Selain itu social distancing juga memiliki arti tidak menyentuh orang lain termasuk jabat tangan. Sentuhan fisik adalah cara yang paling mungkin bagi seseorang untuk tertular virus corona. Meski demikian, social distancing tidak dapat mencegah 100 persen penularan, tapi dengan aturan tersebut dapat memperlambat penyebaran virus corona.

Selain itu virus corona juga dapat terbang bertahan selama beberapa jam di dalam ruangan dengan sirkulasi udara tertutup. Hal tersebut dijelaskan Spesialis Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, dr. Rebriarina Hapsari, MSc SpMK saat melakukan sesi wawancara dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di akun YouTubenya.

“Penelitian terakhir tiga jam itu masih berada di ruangan. Semuanya tergantung pada suhu dan kelembapan ruangan tersebut. Jika ruangan tersebut suhu dan kelembapannya tinggi itu akan lebih cepat jatuh dan cepat rusak virusnya,” terang dr. Rebriarina.

Physical Distancing

Oleh sebab itu dr. Rebriarina mengimbau masyarakat untuk memperhatikan ventilasi dan sirkulasi udara yang ada di rumahnya. Terlebih bagi masyarakat yang sedang mengkarantina diri sendiro atau melakukan work from home (WFH).

“Kalau suhu ruangannya tidak ada ventilasi atau pertukaran udara dengan udara luar, maka virusnya akan terkonsenterasi di dalam ruangan tersebut dan akan melayang-layang lebih lama dibandingkan di luar,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini