Suka Makan Gorengan? Hati-Hati, Bahaya Kanker Payudara Naik 4 Kali Lipat

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2020 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 612 2289942 suka-makan-gorengan-hati-hati-bahaya-kanker-payudara-naik-4-kali-lipat-fIroD9TPIa.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SUKA makan gorengan yang dibeli di pinggir jalan? Gorengan memang jajanan murah meriah yang sering dinikmati orang, baik untuk dimakan sendirian maupun beramai-ramai.

Tapi, seperti yang sudah sering kita dengar gorengan yang dijual di pinggir jalan memang rata-rata menggunakan minyak yang sudah dipakai beberapa kali. Lantas apa bahayanya sih?

Peneliti University of Illinois di Urbana-Champaign menguji minyak goreng yang secara termal telah mengalami pemanasan ulang beberapa kali dalam suhu tinggi pada tikus laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan minyak tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan kanker payudara metastasis.

gorengan

Dilansir Medical News Today, tim menerbitkan temuan ini dalam jurnal Cancer Prevention Research. Para ilmuwan memberi makan semua tikus lab diet rendah lemak selama seminggu. Kemudian, mereka memberi beberapa tikus minyak kedelai segar yang tidak dipanaskan selama 16 minggu. Sementara, sisanya mencerna minyak yang disalahgunakan secara termal.

Mereka memilih untuk menggunakan minyak kedelai karena industri restoran biasanya menggunakan minyak tersebut untuk menggoreng. Untuk mensimulasikan kanker payudara, mereka menyuntikkan sel kanker payudara 4T1 ke dalam tibia masing-masing tikus. Sel-sel kanker payudara ini sangat agresif dan memiliki tingkat metastasis yang tinggi ke banyak tempat yang jauh.

Akibatnya, mereka sering muncul di kelenjar getah bening, hati, dan paru-paru. Pada 20 hari setelah injeksi sel tumor, ada perbedaan penting dalam tingkat pertumbuhan metastasis antara kedua kelompok tikus.

Pada tikus yang makan minyak lebih dari sekali pakai, pertumbuhan metastasis dari tumor tibia empat kali lebih besar, daripada tumor pada tikus yang mengkonsumsi minyak segar. Selain itu, ada juga lebih banyak metastasis paru pada kelompok sebelumnya.

Peneliti utama William G. Helferich, seorang profesor ilmu pangan dan nutrisi manusia, mencatat bahwa ada dua kali lebih banyak tumor paru-paru yang juga lebih agresif dan invasif daripada yang ada dalam kelompok minyak segar.

"Saya awalnya berasumsi bahwa nodul di paru-paru ini adalah klon kecil, tetapi sebenarnya tidak. Mereka telah mengalami transformasi untuk menjadi lebih agresif. Metastasis dalam kelompok minyak segar ada di sana, tetapi mereka tidak invasif atau agresif, dan proliferasi tidak seluas itu," kata Helferich.

Sementara, kanker payudara terjadi ketika sel-sel di payudara tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor. Jika sel-sel mampu menyerang jaringan di sekitarnya atau menyebar ke area lain dari tubuh, dokter menganggap penyakit itu ganas. Kanker payudara tidak selalu terjadi wanita, meskipun jarang, tapi kanker payudara juga dapat menyerang pria juga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini